November 29

5 Manfaat Penilaian Kinerja Bagi Perusahaan

0  comments

Banyak fungsi dan manfaat penilaian kinerja yang kadang perusahaan tidak sadari. Berikut adalah 5 fungsi dan manfaat penilaian kinerja yang bisa Anda maksimalkan lebih baik lagi.

Halo para HC Practitioner dan Business Owner sekalian. Tidak terasa kita sudah ada di penghujung tahun 2021. Bagaimana target-target perusahaan Anda? Sudah tercapaikah? Atau Anda masih ingin memanfaatkan bulan-bulan terakhir ini untuk melampaui target yang sudah dibuat?

Lalu, menjelang akhir tahun, Apa saja gebrakan-gebrakan yang akan Anda dan tim lakukan di tahun depan? Semoga segera terencana dan terlaksana dengan lancar, terlebih kita tidak bisa memprediksi dan meramal kejadian-kejadian luar biasa apalagi yang Akan terjadi di tahun depan.

Apapun kondisi dan situasi yang sedang Anda alami saat ini, saya harap Anda selalu diberikan kemudahan untuk  bisa menggapai sukses-sukses yang Anda harapan. Untuk Anda para HC Practitioner, bagaimana kabar departemen Anda? Masih amankah performa karyawan-karyawan Anda? Bagaimana dinamika kerja yang terjadi akhir-akhir ini?

Seperti yang kita semua tahu dan pahami, beberapa dari karyawan Anda mungkin sedang kejar-kejaran dengan deadline dan sedang bersusah payah untuk memenuhi target dan melampaui ekspektasi yang diberikan oleh atasannya. 

Tidak bisa dipungkiri, beberapa karyawan memang tidak mudah puas dalam bekerja. Tidak semua karyawan, tapi pastinya ada beberapa karyawan di tim Anda yang merasa kepuasan dirinya kurang lengkap kalau belum bisa melampaui apa yang sudah ditargetkan padanya.

Dan, beberapa karyawan yang selalu mencari kepuasan yang lebih dalam bekerja ini yang perlu Anda cari dan identifikasi di perusahaan. Ia adalah salah satu aset berharga bagi perusahaan. Tapi bukan berarti karyawan yang biasa-biasa saja tidak termasuk ke dalam aset perusahaan.

Ada beberapa karyawan yang sudah merasa aman saat targetnya sudah terpenuhi dan sedikit-demi sedikit mulai “ngerem”, mulai mengurangi  intensitasnya dalam bekerja. Karyawan yang cenderung akan santai setelah target bisa tercapai tapi dia akan “ngegas” lagi untuk mencapai target di bulan-bulan berikutnya.

Masih banyak sekali tipe-tipe karyawan yang Anda sebagai HC Practitioner perlu klasifikasikan. 

Ada beberapa karyawan yang akan selalu bekerja dengan intensitas tinggi, “high performance”, tapi ia akan sulit sekali untuk bisa kembali fokus apabila sedang terkendala dan terhambat oleh sesuatu. Seperti gagal capai target, sedang sakit, atau ada keperluan mendesak lainnya. Ada juga beberapa karyawan yang seolah terlihat bekerja biasa saja, tapi seluruh targetnya terlampau.

Dan Sebaliknya, ada karyawan yang selalu memperlihatkan bahwa ia bekerja dengan sangat keras, namun hasil performanya ternyata tidak sebaik itu. Ini pun bisa menjadi kesempatan bagi Anda para HC Practitioner untuk mengulas Kembali sistem kerja di perusahaan Anda dan bagaimana cara Anda untuk bisa membantu karyawan-karyawan di perusahaan untuk bisa selalu berkontribusi dan perform secara konsisten.

Lagi-lagi, semua ini bertumpu pada tepat atau tidaknya perlakuan Anda kepada karyawan. itu adalah sedikit besar tugas dan kewajiban Anda para HC Practitioner untuk bisa memperlakukan karyawan Anda sesuai dengan kontribusi dan kapasitasnya dalam menuntaskan, menyelesaikan, serta melampaui tugas ataupun target yang diberikan pada karyawan tersebut. 

“Lalu, bagaimana untuk karyawan yang performanya biasa-biasa saja?”

Tentu Anda bisa memberikan pelatihan, training, dan pengembangan agar dia bisa meningkatkan performanya dan membawa kontribusinya ke jenjang yang lebih tinggi. Tapi, pada artikel ini kita akan berfokus pada Performance Appraisal

Penilaian Kinerja, apa fungsinya?

Apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh Performance Appraisal? Performance Appraisal adalah sebuah evaluasi berkala dari performa, kontribusi, serta kinerja seorang karyawan terhadap serangkaian ekspektasi dan target yang sudah ditetapkan sebelumnya (Akses template dokumennya DISINI).

Penilaian kinerja pada umumnya dilakukan secara periodik dan berkala. Ada perusahaan yang melakukannya tiap 3 bulan sekali, 6 bulan sekali dan ada pula yang melakukannya tiap 1 kuartal sekali. Hasil dari proses ini digunakan untuk membuat keputusan yang tepat baik bagi karyawan secara individu maupun bagi perusahaan.

Lebih tepatnya di bidang-bidang seperti kompensasi, promosi, pengembangan karyawan, pelatihan, dan perencanaan untuk masa depan perusahaan. 

Penilaian kinerja digunakan untuk bisa mengevaluasi, memperbaiki, dan meningkatkan kontribusi dan kinerja seorang karyawan di perusahaan yang selama dalam periode tersebut kurang mampu untuk bisa berkontribusi sesuai target dan ekspektasi perusahaan.

Penilaian kinerja juga dapat digunakan untuk menganalisa pekerjaan dan penugasan mana yang perlu untuk ditingkatkan lagi. Nantinya, HC Practitioner dapat menemukan mana metode yang lebih efektif baik untuk karyawan tersebut dalam bekerja sehari-hari maupun bagi perusahaan untuk bisa menemukan metode pelatihan dan pengembangan yang sesuai.

Penilaian kinerja dapat menghadirkan kesempatan untuk karyawan dalam membuka ruang diskusi terkait saran, masukan, dan evaluasi kepada perusahaan. Mulai dari tantangan saat bekerja, kendala dalam komunikasi, dan hal-hal lainnya yang dapat berpengaruh terhadap performa serta kinerja karyawan. 

Apabila kita rangkum, fungsi Performance Appraisal adalah sebagai berikut:

1. Feedback, Evaluasi, & Perbaikan Kinerja

Dengan dilakukannya penilaian kinerja pada seluruh karyawan, HC Practitioner dapat memberikan feedback dari hasil kinerja yang sudah mereka lakukan dalam rentang waktu tertentu.

Hal ini akan membantu Anda dan Karyawan Anda untuk tahu bagian mana yang perlu ditingkatkan lagi untuk bisa melampaui target yang diinginkan. Anda juga bisa mengevaluasi bagian-bagian mana yang sekiranya menjadi keunggulan dari karyawan Anda. Akses template evaluasi kinerja dan video pembelajaran tentang penilaian kompetensi DISINI

2. Pertimbangan dalam menetapkan Compensation & Benefit

penilaian kinerja juga dapat berperan sebagai salah satu acuan untuk bisa melakukan penyusunan compensation & benefit. Dalam hal ini, penilaian kinerja dapat digunakan untuk menjadi bahan pertimbangan bagi Anda untuk memberikan reward kepada karyawan Anda yang memang memiliki kinerja yang patut diapresiasi.

Perlu disadari juga bahwa hal ini mungkin akan memberikan dampak berupa persaingan antar karyawan untuk bisa mendapatkan reward tersebut. Tugas tambahan Anda sebagai HC Practitioner adalah memastikan bahwa persaingan tersebut bersifat positif. Pelajari lebih banyak tentang Compensation & Benefit dengan video pembelajaran dan template dokumennya DISINI

3. Perencanaan Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Anda sebagai HC Practitioner di perusahaan perlu mengambil keputusan yang tepat atas kompetensi dan keterampilan apa yang perlu karyawan Anda kuasai agar mereka dapat memberikan kontribusi serta kinerja yang lebih optimal bagi perusahaan (Cek juga FREE EBOOK 33 Kompetensi Penting di Era New Normal).

Dengan dilakukannya performance appraisal, maka akan diperoleh sebuah gambaran besar mengenai apa yang menjadi kekuatan maupun kelemahan dari karyawan di perusahaan Anda saat bekerja, yang nantinya akan membantu Anda untuk mengambil keputusan-keputusan terkait kinerjanya. Akses video pembelajaran beserta template dokumen tentang pelatihan, pengembangan, dan people development DISINI

4. Pertimbangan untuk promosi, rotasi, maupun demosi

Hampir setiap karyawan dalam sebuah perusahaan ingin meningkatkan performa, skill dan keterampilan dalam perjalanan karirnya, dan tugas Anda sebagai HC Practitioner untuk bisa memastikan bahwa seluruh karyawan di perusahaan Anda memiliki keinginan untuk terus maju dan berkembang.

penilaian kinerja memudahkan perusahaan Anda untuk bisa membuat keputusan yang tepat sehingga posisi yang paling penting dihuni oleh karyawan yang tepat.

Tapi, ketika karyawan tersebut tidak mampu berkontribusi secara optimal dalam posisi yang sedang ia tempati saat ini, maka perusahaan terpaksa perlu melakukan demosi untuk kepentingan perusahaan.

penilaian kinerja membantu memastikan bahwa karyawan yang paling berbakat dipertahankan dan karyawan yang kurang berkontribusi bagi organisasi mendapatkan perlakuan yang sesuai. Untuk itu, segera akses template dan video pembelajaran Performance Appraisal di HCA ONLINE MENTORING PROGRAM agar prosesnya berjalan optimal

5. Diagnosa & Penilaian Desain Kerja

Hasilnya dapat menjadi indikator untuk menganalisa desain kerja secara keseluruhan. Apakah prosedur yang sudah ditetapkan sudah benar? Apakah saat ini SOP masih bisa terlaksana dengan baik? Performance Appraisal dapat membantu Anda menjawab dua hal tersebut. Selain bisa membantu membuat analisa terhadap kesalahan atau kebenaran dalam suatu indikator desain kerja, performance appraisal juga bisa menjadi salah satu indikator apakah proses seleksi karyawan yang dilakukan sudah benar atau belum. Seleksi karyawan Anda dengan optimal menggunakan 70+ TOOLS dan pembelajaran yang kami rancang di PREMIUM ASSESSMENT BUNDLE

Jadi, performance appraisal sangat penting bagi Anda HC Practitioner untuk bisa menerapkannya pada karyawan di perusahaan. Proses penilaian kinerja yang dilakukan bisa memberikan dampak besar, baik bagi perusahaan dan karyawan untuk bisa terus meningkatkan kinerja dan berkontribusi secara optimal.

Apabila Anda ingin mempelajari lebih banyak tentang performance appraisal silakan akses HCA Online Mentoring Program. Jika Anda ingin berdiskusi lebih lanjut dengan kami, silakan hubungi kami di https://sinergiaconsultant.com/kontakkami 

Let’s Connect!


Tags

Business Owner, Human Capital Practitioner


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>