CARA COMPANY BRANDING INI BISA DILAKUKAN OLEH DEPT HUMAN CAPITAL

May 30

Hai Human Capital Practitionerpernahkah terlintas di benak anda bahwa melakukan Company Branding merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan seorang Human Capital Practitioner dalam mendukung pula kerja sehari-hari anda?

Coba bayangkan, pemikiran apa yang muncul pertama kali saat mendengar istilah company brandingBeberapa Human Capital Practitioner yang kami dampingi dalam proses Coaching, menjawab company branding merupakan suatu cara yang dilakukan untuk memperkenalkan dan meningkatkan reputasi perusahaan atau bisnis milik perusahaan di masyarakat umum.

Lalu apa hubungannya dengan proses kerja sehari-haridi departemen HR atau HC?Nah, untuk mempelajarinya coba kita cermati ilustrasisepertiberikut:

Pada suatu lokasi,terdapat 2 rumah makan dengan menu special Mie Ayam dengan rasa yang cenderungsama, dimiliki oleh Pak Deny dan Pak Andik (tentu saja nama samaran ya ..). Keduanya memiliki ciri khas yang sama dalam masakan mereka yaitu Ceker Ayam yang empuk dan enak untukdinikmati.

Dalam hal kegiatan Company Branding,mereka melakukan dua hal yang berbeda untuk memperkenalkan menu andalan mereka ke masyarakat umum pecinta kuliner.

Pak Deny dalam hal ini mempercayakan bahwa “hard work never lie result”. Dapat diartikan Pak Deny bekerja sangat keras dan mengutamakan kualitas mie ayam cekernya dan pelayanansehingga pelanggan akan cenderung puas,lalu omset akanmeningkat. Dalam dunia bisnis sering kita dengar istilah WoM(Word of Mouth) atau promosi dari mulut ke mulut. Proses tersebut dalam dunia kulinercepat tersebar luas apabila makanan yang di sajikan enak dan menarik. Proses darimulut kemulut ini akan menjadi salah satu promosi murah dan tidak memerlukan banyak biaya.

Di lain sisi,Pak Andik memberi nama mie ayamnya menjadi Mei Ayam Ceker Lumer. Kemudian membuat logo yang menarik dan memasang di depan warung. Selanjutnya Pak Andik memposting diakun media sosial seperti Instagram, Facebook, bahkan melalui broadcastmelalui aplikasi perpesanan seperti Whatsapp, dan melakukan posting di website mengenai produknya agar orang tertarik untuk berkunjung.

Mengesampikan rasa mie ayam mana yang lebih enak, mei ayam ceker lumer milik Pak Andik ternyata lebih banyak di datangi oleh pelanggan - pelanggan baru bahkan dari luar kota. Sedangkan Pak Deny tetap memiliki pelanggan setia yang akan selalu datang dan pelanggan baru juga datang,
tetapi tidak seramai pelanggan pak Andik.

Nah, menurut anda manakah cara melakukan companybrandingyanglebihberhasilmeningkatkan omset dari kedua contoh diatas?Lalu bagaimana hubungannya dengan tugas dan tanggungjawab Anda selaku Human Capital Practitioner?

Tentu saja ketika Anda bekerja di rumah makan milik Pak Deny, tugas Anda akan lebih banyak fokus merekrut karyawan dengan uraian tugas / Job Descdalam hal persiapan di dapur atau proses penyajian kepada pelanggan yang datang.

Berbeda dengan ketika Anda masuk ke dalam rumah makan milik Pak Andik, tentu saja merekrut karyawan yang cenderung kenal dan mampu menggunakangadgetserta perlengkapan teknologi yang mendukung dalam proses company brandingakan menjadi sebuah kebutuhan yang vital menunjang proses kinerja bisnis itu sendiri.

Apakah cukup berhenti di area kerja tentang rekrutmen saja? Tentu saja masih banyak hal yang masih bisa Anda lakukan seperti di 5 area Human Capital dalam buku Human Capital ARTchitect.www.sinergiaconsultant.com/hcabook

Bisa diduga bahwa bisnis milik Pak Andik, akan lebih banyak di kunjungi oleh pelanggan lama atau bahkan pelanggan baru dari luar kota. Menurut Anda, kira-kira, apa yang membuat bisnis pak Andik demikian?Perusahaan menggunakan nama yang menarik,desain yang unikserta prosespromosi yang membuatorang menjadi penasaran, menjadi kekuatan tersendiri.

Setelahperusahaanmenciptakanbrandyang menarik dan unik,hal yang perlu menjadi perhatian bagi Human Capital Practitioner adalahmelakukan persiapan companybrandingoleh para personil dalam perusahaan, sehingga menunjang proses perkembangan bisnis dalam pencapaian omset perusahaan.

Yuk kita lihat 4 cara yang dapat dilakukan untuk mengenalkan brand perusahaan kepada masyarakat umum :

#1

Media Sosial

Dalam era milenial saat ini, rasa-rasanyamedia sosial sudah menjadi kebutuhan yang penting dalam kehidupan manusia modern. Karena dengan adanya media sosial, maka hubungan antar manusia menjadi semakin lebih dekat, meskipun sebenarnya terpaut jarak yang sangat jauh.

Sebagai seorang Human Capital Practitioner, banyak dari Anda yang memiliki akun Facebook, Instagram ataupun lainnya. Dibanding mem-posting yang hanya status personal, bisa jadi Anda kembangkan dengan menambahkan status terkait perusahaan. Bisa saja hal-hal yang terkait aplikasi Visi Misi Value perusahaan. Misalnya, satu value perusahaan adalah kerjasama/ Teamworkdan kebersihan/ Clean. Ketika ada foto makan siang di pantryperusahaan, bisa saja ditambahkan caption sederhana “Makan Siang bersama team #teamwork di pantry #Clean”, dsb.

Jaringan pertemanan Anda yang melihatnya, tentu saja jadi mengetahui bahwa Anda sedang menginformasikan value perusahaan Anda sendiri, sehingga orang lain dapat melihat perusahaan bukan hanya sebagai tempat bekerja namun juga tempat bertumbuh melalui value yang dimiliki. 

Inilah hal sederhana yang bisa dilakukan di sosial media, selain misalnya membuat status disaat tertentu yang sudah disepakati bersama, yang biasanya dipimpin oleh divisi atau departemen yang terkait area penjualan dan pemasaran.

Salah satu kekuatan sosial media yang seringkali dipakai oleh para Human Capital Practitioner adalah untuk melakukan proses rekrutmen dalam hal pemasangan iklan lowongan kerja. Luasnya area jangkauan sosial media ini, menjadi hal yang menarik untuk dapat meletakkan lowongan pekerjaan di sosial media. Bagi Anda yang sering berurusan dengan hal ini, maka company brandingmenjadi sebuah hal yang sangat menentukan seberapa banyak calon pelamar yang akan mau bergabung.

Satu hal yang perlu diingat, proses brandingsendiri membutuhkan waktu. Tidak bisa tiba-tiba ketika kita membutuhkan karyawan, baru melakukan company brandingdi sosial media, karena cenderung akan terlambat, dan pada akhirnya menghambat perkembangan bisnis.

#2

Event / Membuat Kegiatan

Membuatsebuah kegiatanjuga merupakan salah cara untuk membangun brand. Menggunakan beberapa peristiwa spesialuntuk membuat sebuah kegiatandapat membantu Anda untuk mendapatkan perhatian dari pelanggan dan calon pelanggan Anda.

Berbicara tentang pelanggan, pernahkah terpikir untuk Anda, Human Capital Practitioner, siapakah pelanggan Anda sebagai seorang Human Capital Artchitect? Saat di dalam sebuah perusahaan, semua karyawan yang sudah bergabung dengan perusahaan itulah yang menjadi pelanggan Anda. Sementara pelanggan eksternal Anda adalah para calon karyawan yang saat ini belum bergabung. Ketika sudah mampu merumuskan pelanggan Anda, tentu saja Anda akan mampu membuat kegiatan yang lebih sesuai dengan karakteristik pelanggan serta tujuan Anda dalam branding.

Contoh kegiatan yang dapat Anda lakukan, untuk karyawan di internal perusahaan, misalnya terkait perayaan hari keagamaan tertentu, dalam momen terkait hari raya Idul Fitri misalnya, kita bisa melakukan acara buka bersama atau kegiatan Halal Bi Halal. Dan apabila salah satu value perusahaan mungkin ada yang terkait dengan budaya religius, tentu saja kegiatan ini menjadi penerapan sebuah company brandingyang sangat baik.

Di beberapa perusahaan yang kami dampingi, membuat kegiatan proses training/ pembelajaran di dalam perusahaan menjadi lebih menarik, tentu saja juga menjadi sebuah pilihan yang dapat dilakukan dalam menyiapkan sebuah kegiatan untuk branding.Brandingperusahaan yang juga dapat mendukung pengembangan kompetensi karyawan, tentu saja menjadi hal positif bagi karyawan yang senang bertumbuh dan berkembang. Maka, perusahaan ini, akan jadi menarik bagi calon candidat Anda yang suka pembelajaran.

Misalnya juga apabila, target kandidat Anda adalah pekerja milenial. Anda juga bisa menyiapkan platform pembelajaran online ataupun membuat system di perusahaan Anda menjadi Go-Digital. Maka, bagi para pekerja milenial, hal ini akan menjadi menarik dan salah satu pertimbangan mereka untuk melamar di tempat Anda. Sedangkan manfaat lainnya untuk Anda adalah mampu memiliki pilhan kandidat yang lebih banyak serta peluang mendapatkan yang terbaik pun menjadi lebih besar. 

Salah satu metode pembelajaran online yang kami kembangkan misalnya HCA Membership, menjadi sebuah contoh metode pembelajaran yang kami terapkan kepada perusahaan yang berkeinginan membuat re-brandingdalam proses pengembangan budaya belajar dalam perusahaan. Ingin tahu lebih jauh tentang HCA membership silahkan klik disini(www.sinergiaconsultant.com/membership).

Kegiatan lain company brandingyang baik dan menarik bagi calon karyawan, tentu saja kegiatan yang terkait dengan proses rekrutmen. Perusahaan yang mengikuti job fair sendiri, sudah memiliki pandangan positif bagi calon karyawan. Mereka memiliki asumsi, bahwa perusahaan yang mengikuti job fair adalah perusahaan yang besar. Apalagi, Anda menambahkan dekorasi boothyang menarik yang sesuai dengan valueperusahaan tentu saja akan lebih menarik perhatian yang menghadiri bagi para calon karyawan. Hasilnya tentu saja, CV yang terkumpul diharapkan bisa menjadi lebih banyak serta berkualitas.

#3

Benefit berupa Hadiah / Gift

Kapan terakhir kali Anda selaku Human Capital Practitioner memberikan hadiah kepada pihak lain? Apa bentuknya? Tentu saja hadiah yang anda berikan dapat berbentuk apapun, yang lebih ideal tentu saja ketika hadiah tersebut memang sesuai dengan karakteristik perusahaan Anda.Tentu saja dalam memberikan hadiah,Anda bisa memberikan identitas perusahaan atau usaha Anda, alamat usaha, dan detail kontak yang harapannya branding perusahaan semakin dikenal oleh pihak yang menerima hadiah.

Yang sering menjadi pertanyaan adalah, bagaimana Human Capital Practitioner bisa membagikannya atau lebih baik di saat yang seperti apa. Terbayang, saat Anda memberikan ke calon kandidat Anda tentu lebih mudah. Namun, sebagai Human Capital Practitioner, Anda dapat juga memberikan hadiah kecil untuk karyawan teladan Anda atau dalam penilaian lainnya, yang sesuai dengan valueperusahaan yang dibentuk. Misalnya, kalau salah satu valuenya adalah learning, Anda dapat memberikan buku kepada karyawan Anda, dll.

Peluang inilah yang bisa Anda ambil sebagai Human Capital Practitioner dalam memberikan hadiah kepada karyawan atau kandidat Anda. Bagi karyawan yang sudah bergabung tentu saja ketika perusahaan mampu memberikan skema compensation & benefityang tepat, menjadi sebuah hal yang penting untuk mempertahankan tingkatemployee engagement.Untuk mempelajari tentang employee engagement ini silahkan klik artikel 5 Cara Efektif Meningkatkan Employee Engagement.

#4

Penghargaan Prestasi Karyawan

Kapankah terakhir memberikan apresiasi atau penghargaan kepada karyawan berprestasi atau karyawan yang mampu menyelesaikan target?Syukurlah jika di perusahaan Anda sudah melakukan secara rutin dan berkala. Bisa jadi hal ini merupakan sesuatu yang ditunggu oleh setiap karyawan, apalagi jika diadakan dalam sebuah konsep acara yang menarik dalam rangka ulang tahun perusahaan, rapat tahunan, atau kegiatan lainnya sesuai dengan kalender perusahaan.

Mendapatkan sesuatu setelah mereka berhasil menyelesaikan targetkerja yang diberikan kepada mereka atauberhasil membuat suatu kreativitasyang ujungnya bisa membantu peningkatan efektivitas dan efisiensi kerja, merupakan hal yang membanggakan bagi karyawan.Apalagi jika ada rewardyang diberikan oleh perusahaan, melalui pimpinan perusahaan disaksikan oleh rekan kerja bahkan anggota keluarganya sendiri.

Apakah pemberian penghargaan atau apresiasi harus dalam bentuk uang?, tanya salah seorang klien kami.Jawabnya tentu saja secara umum apresiasi identik dengan pemberianuang atau hadiah. Tinggal bentuk hadiahnya yang bisa disesuaikan dengan kondisi perusahaan, serta tidak lupa tentu saja sesuai dengan nilai budaya perusahaan yang dipegang.

Yang paling sederhana, dan bisa dilakukan adalah memanggil atau menyebut nama karyawan yang berprestasi saat meetingrutin harian, mingguan atau bulanan, yang mengucapkan selamat dari pimpinan departemen ataupun perusahaan. Hingga yang membutuhkan dana lebih, misalnya saja pergi ke luar negeri menjalankan ibadah sesuai agama yang dianut, pergi jalan-jalan ke tempat wisata dalam negeri ataupun luar negeri, baik sendiri, bersama rekan kerja berprestasi lainnya ataupun bersama dengan anggota keluarga intinya.

Pilihannya tentu saja beragam. Yang paling jelas adalah, apakah pemberian penghargaan bersifat adil, berdasarkan kriteria yang jelas dan terukur, dan lainnya. Silahkan memilih program yang paling pas dengan perusahaan Anda.

Nah, demikanlah 3 tips yang dapat Anda gunakan untuk meningkatkan Company Branding di tempat Andamelalui divisi Human Capital (HR). Setelah membaca beberapa tips di atas selamat merumuskan strategi untuk meningkatkan Company Branding di perusahaan atau bisnis anda!

Jika ingin berdiskusi lebih lanjut tentang menerapkancompany branding di perusahaanlebih detail,Human Capital Practitionerdapat berdiskusi lebih jauh dengan program konsultan kami dihttp://sinergiaconsultant.com/kontakkami.

>