September 8

Apakah Human Capital Masih Relevan di Tahun 2030?

0  comments

“Dunia kerja akan selalu berubah”

Momen pandemi lalu seakan memberikan momentum bagi para Business Owner untuk beradaptasi dengan situasi yang kurang ideal. Dimana bisnis-bisnis yang mampu bertahan dari gempuran tersebut sudah dipastikan memiliki daya saing dan kreativitas yang tinggi dalam hal pengelolaan SDM. 

Banyak penemuan dan hal baru yang tanpa disadari membentuk kebiasaan dalam bekerja. Lama kelamaan, hal ini pun menjadi standar tertentu bagi hampir seluruh elemen perusahaan. 

Di era ini, yang tidak beradaptasi akan hilang dan tergerus dengan terobosan-terobosan baru. Tidak hanya bisnisnya, namun juga elemen-elemen utama di dalamnya. Tidak terlepas juga sumber daya manusia. 

Mengelola SDM di momen pandemi lalu menghadirkan banyak temuan strategi-strategi baru. Mulai hal yang simpel: Bekerja dari rumah, bekerja dari kantor, bekerja dari mana saja, sampai hal yang mulai rumit: memonitor pekerjaan SDM, membangun kepercayaan tim, serta menumbuhkan engagement antar karyawan.  

Tapi, percayakah Anda kalau hal di atas ternyata masih merupakan Tip of the iceberg. Banyak hal-hal lain yang masih perlu didalami oleh para HC Practitioner. Semakin dalam Anda mempelajari perubahan-perubahan yang terjadi, semakin yakin Anda bahwa dunia kerja sudah berubah drastis. Terutama dalam pengelolaan Human Capital.

Pernahkan Anda membayangkan bila suatu saat di masa depan, Human Capital tidak lagi memiliki peran pivotal di perusahaan? atau bahkan, perannya dapat digantikan oleh posisi-posisi lain? 

Tidak menutup kemungkinan jika fungsi Human Capital akan hilang sepenuhnya. 

Pada laporannya, deloitte memprediksi bahwa kedepan Human Capital akan mementingkan kemanusiaan, mempertahankan penggunaan skema lama dengan metode berbagi yang baru, revolusi baru sistem human capital dan menghadapi otomatisasi level yang lebih tinggi.

Selain itu diprediksi perubahan besar akan terjadi di masa depan, menurut survei World Economic Forum bahwa sebanyak 44% responden meyakini akan terjadi dorongan yang kuat untuk merubah lingkungan kerja dan peraturan kerja yang lebih fleksibel, hal ini dikarenakan perkembangan teknologi akan semakin pesat mengacu kepercayaan terhadap prinsip VUCA (Volatility, uncertainty, complexity and Ambiguity).

Kerja dengan sistem jarak jauh, perkembangan Gig Economy dan berkurangnya fungsi tetap pada suatu pekerjaan meningkatkan kemungkinan model human capital kedepan akan semakin menarik.

The Future of HC: Will We Still Exist in 2030?

Konferensi ini kami adakan sebagai ajakan untuk para Business Owner, Human Capital Practitioner, dan Professional Leader untuk mari bersama bersiap menghadapi perubahan dalam dunia kerja kedepannya. 

Kita akan melihat bersama peluang apa yang dapat membantu para HC Practitioner untuk dapat terus berkontribusi dan memberikan dampak yang signifikan terhadap kemajuan bisnis dan perusahaan. 

2 Hari, 3 Kelas Besar dan 15+ Sesi Online yang Interaktif

Apa saja yang perlu HC Practitioner persiapkan agar bisa tetap relevan di tahun-tahun berikutnya? simak topik topik yang akan kami bahas berikut:

1. Recruiting people in 2030

Membahas tentang strategi, trend, pola rekrutmen yang diprediksi akan marak terjadi di tahun 2030

Why recruiting people wont solve your problem instanly

Jangan berharap, dengan melakukan rekrutmen permasalahan di perusahaan akan selesai secara instan. Mindset tentang sistem rekrutmen harus dibangun. Terutama di tahun-tahun mendatang. Diprediksi, talent war akan semakin sengit, dan tantangan-tantangan akan datang lebih banyak. Bagaimana cara Anda mengoptimalisasi strategi rekrutmen perusahaan Anda. Mindset apa yang perlu dimiliki? dan bagaimana cara menyikapi talent war yang diprediksi semakin marak di tahun 2030.

Find or Create Leader

Leader itu diciptakan atau ditemukan? Sebagai issue, di perusahaan yang memiliki talenta talenta hebat, namun masih belum menentukan penerus pemimpin. Maka pemimpin ditemukan dengan rekrutmen atau pemimpin itu diciptakan? pelatihan dan pengembangan apa yang sesuai? Apakah Leader hanya berdasarkan jabatan saja?

2. Working Ecosystem Dillemma 

Membahas tentang dilema yang tak kunjung usai antara generasi Milen vs Boomer (Gen gap)

A New Way to Blend the Generation Gap

Terdapat GAP yang cukup lebar antar generasi dalam ruang kerja. Perlu cara berpikir berbeda untuk menyatukan kedua generasi tersebut menjadi satu tim dan bagaimana mengatur keselarasan antar generasi. Bagaimana cara menyatukan keduanya? Apa cara yang tepat untuk mengakomodir perbedaan generasi ini? Bagaimana cara memaksimalkannya dan melihat hal ini sebagai peluang? 

How Charismatic Leader can shape your work ecosystem

Membangun/beradaptasi dengan corporate culture yang diprediksi akan menjadi lebih beragam di tahun 2030. Dimana akan banyak tenaga kerja dengan kultur dan preferensinya masing-masing yang mana akan berpotensi terhadap gaya kerja, produktivitas, dan komunikasi antar tenaga kerja. Bagaimana cara mengakomodir hal ini? tentunya dengan membangun corporate culture yang berdampak bagi tiap-tiap elemen tenaga kerja dlm perusahaan

3. HR in Family Business: Conventional or Professional

Creating a long term and Sustainable Family Business System

Membangun sebuah family business yang sustainable dan mampu bertahan untuk beberapa generasi ke depan merupakan sebuah tantangan tersendiri. Dalam hal ini, apa saja yang perlu dipersiapkan & diperhatikan dalam pergantian tongkat estafet yang diberikan ke generasi selanjutnya? tentunya dengan kultur dan sistem kerja yang diprediksi akan semakin berkembang di masa depan. Bagaimana cara mempersiapkannya? 

Preparing your business leader for next generation

Mempersiapkan generasi selanjutnya untuk memimpin perusahaan, seorang leader perlu mempersiapkan apa saja? Dan siapkah leader saat ini untuk mempercayakan tanggung jawab kepada generasi selanjutnya?

4. Expanding Employee Experience

Membahas tentang Perjalanan / pengalaman karyawan bekerja di organisasi

Remove/Removing Human Barriers to Innovation

Butuh pola pikir seperti apa agar SDM dapat berinovasi di perusahaan dan tidak terkena creative block. Dengan harapan pengalaman bekerja karyawan di perusahaan dapat meningkat.

Creating an ideal Employee Life Cycle

Merancang suatu skema kerja yang menunjang kenyamanan, keamanan serta mengakomodir kebutuhan karyawan untuk bertumbuh dalam menghadapi tantangan/tuntutan kerja dalam perusahaan/ organisasi

5. Adjusting the regulation to compete in globalization era

Persiapan Menghadapi Perubahan Regulasi Pekerja Lintas Negara. Tentunya dengan semaki mudahnya akses untuk mendapatkan pekerjaan yang juga didukung oleh model kerja yang beragam, Human Capital Practitioner perlu untuk mengetahui hal-hal penting terkait regulasi yang akan berdampak kepada proses bisnis Anda.

What’s Next?

Perubahan tidak bisa dihindari. Hanya yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi yang mampu bertahan. Lalu, apakah kita para human capital practitioner siap menghadapi perubahan-perubahan tersebut? atau malah kita akan tergerus dengan kemajuan teknologi dan penemuan-penemuan baru di masa yang akan datang? Usaha-usaha apa saya yang perlu Human Capital lakukan untuk bisa bersaing dan terus berkontribusi untuk industri? Temukan jawabannya di HC Conference 2022.

Mari kita bersama bersiap-siap menghadapi perubahan dan agile terhadap situasi. Mari bergabung dan hadir bersama 1000+ peserta lain di HC Conference. Daftar segera secara FREE di HC Conference 2022. 

Let’s Grow!


Tags


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>