January 5

Strategi Bisnis Agar Perusahaan TETAP TUMBUH Saat Kenaikan UMK/UMP Awal Tahun

0  comments

Ehmmmm sudah memasuki tahun 2023 ya? Berawal dari seorang pengusaha yang bernama Mr Erick. Mr Erick mempunyai usaha yang cukup berkembang dari tahun ke tahun hal itu dibuktikan sampai saat ini sudah memiliki beberapa cabang untuk bisnis retailnya. Mr Erick sangat tekun dalam mengembangkan bisnis retailnya dan tahun 2023 Mr. Erick mempunyai target yang cukup besar yaitu dengan mengembangkan 10 toko retail baru. Dari target itu Mr Erick sudah memperhitungkan segala hal yang perlu dipersiapkan pada tahun 2023 ini. Salah satu yang menjadi pertimbangan adalah budget kenaikan UMK/UMP untuk tahun 2023, selain memikirkan berapa biaya yang akan dikeluarkan untuk pembukaan 10 toko baru.

Hal tersebut dipertimbangkan oleh Mr Erick karena untuk menjaga kesejahteraan karyawan. Apa ini korelasinya kesejahteraan karyawan dengan pertumbuhan bisnis? Nah disini Mr Erick menyadari bahwa bisnis akan berkembang akan berbanding lurus jika karyawannya juga berkembang dan untuk membuat karyawan berkembang salah satu hal basic yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan dasar manusia. Terkait hal itu juga telah disampaikan oleh Abraham Maslow.

Kebutuhan-kebutuhan ini sering disebut Maslow sebagai kebutuhan-kebutuhan dasar yang digambarkan sebagai sebuah hierarki atau tangga yang menggambarkan tingkat kebutuhan. Terdapat lima tingkat kebutuhan dasar, yaitu: kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Maslow memberi hipotesis bahwa setelah individu memuaskan kebutuhan pada tingkat paling bawah, individu akan memuaskan kebutuhan pada tingkat yang berikutnya. Jika pada tingkat tertinggi tetapi kebutuhan dasar tidak terpuaskan, maka individu dapat kembali pada tingkat kebutuhan yang sebelumnya.

Memperhatikan dari apa yang telah disampaikan oleh Abraham Maslow, maka Mr. Erick mulai mencari informasi tentang kenaikan UMK/ UMP untuk beberapa tempat dibisnis retailnya. Dalam hal ini Mr. Erick membaca kenaikan UMP sbb : 

Berikut daftar provinsi yang telah menetapkan UMP tahun 2023:

  1. Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)

UMP 2022: Rp 3.166.460

UMP 2023: Rp 3.413.666 (naik 7,8 persen)

  1. Sumatera Utara

UMP 2022: Rp 2.522.609

UMP 2023: Rp 2.710.493 (naik 7,45 persen)

  1. Sumatera Barat

UMP 2022: Rp 2.512.539

UMP 2023: Rp 2.742.476 (naik 9,15 persen)

  1. Riau

UMP 2022: Rp 2.938.564

UMP 2023: Rp 3.191.662 (naik 8,61 persen)

  1. Jambi

UMP 2022: Rp 2.649.034

UMP 2023: Rp 2.943.000 (naik 9,04 persen)

  1. Sumatera Selatan

UMP 2022: Rp 3.144.446

UMP 2023: Rp 3.404.177 (naik 8,26 persen) 

  1. Bengkulu 

UMP 2022: Rp 2.238.094 

UMP 2023: Rp 2.418.280 (naik 8,1 persen)

  1. Lampung

UMP 2022: Rp 2.440.486

UMP 2023: Rp 2.633.284 (naik 7,89 persen)

  1. Bangka Belitung

UMP 2022: Rp 3.264.884

UMP 2023: Rp 3.498.479 (naik 7,15 persen)

  1. Kepulauan Riau

UMP 2022: Rp 3.050.172

UMP 2023: Rp 3.279.194 (naik 7,51 persen)

  1. DKI Jakarta

UMP 2022: Rp 4.641.854

UMP 2023: Rp 4.901.798 (naik 5,6 persen)

  1. Banten

UMP 2022: Rp 2.501.203

UMP 2023: Rp 2.661.280 (naik 6,4 persen)

  1. Jawa Barat

UMP 2022: Rp 1.841.487

UMP 2023: Rp 1.986.670,17 (naik 7,88 persen)

  1. Jawa Tengah

UMP 2022: Rp 1.812.935

UMP 2023: Rp 1.958.169 (naik 8,01 persen)

  1. DI Yogyakarta

UMP 2022: Rp 1.840.915

UMP 2023: Rp 1.981.782 (naik 7,65 persen)

  1. Jawa Timur

UMP 2022: Rp 1.891.567

UMP 2023: Rp 2.040.244 (naik 7,8 persen)

  1. Bali

UMP 2022: Rp 2.516.971

UMP 2023: Rp 2.713.672 (naik 7,81 persen)

  1. Nusa Tenggara Barat

UMP 2022: Rp 2.207.212

UMP 2023: Rp 2.371.407 (naik 7,44 persen)

  1. Nusa Tenggara Timur

UMP 2022: Rp 1.975.000

UMP 2023: Rp 2.123.994 (naik 7,54 persen)

  1. Kalimantan Barat

UMP 2022: Rp 2.434.328

UMP 2023: Rp 2.608.601,75 (naik 7,16 persen)

  1. Kalimantan Tengah

UMP 2022: Rp 2.922.516

UMP 2023: Rp 3.181.013 (naik 8,845 persen)

  1. Kalimantan Selatan

UMP 2022: Rp 2.906.473

UMP 2023: Rp Rp 3.149.977 (naik 8,3 persen)

  1. Kalimantan Timur

UMP 2022: Rp 3.014.497

UMP 2023: Rp 3.201.396 (naik 6,2 persen)

  1. Kalimantan Utara

UMP 2022: Rp 3.016.738

UMP 2023: Rp 3.251.702,67 (naik 7,79 persen) 

  1. Sulawesi Utara

UMP 2022: Rp 3.310.723

UMP 2023: Rp 3.485.000 (naik 5,24 persen)

  1. Sulawesi Tengah

UMP 2022: Rp 2.390.739

UMP 2023: Rp 2.599.546 (naik 8,73 persen)

  1. Sulawesi Selatan

UMP 2022: Rp 3.165.876

UMP 2023: Rp3.385.145 (naik 6,9 persen)

  1. Sulawesi Tenggara

UMP 2022: Rp 2.576.016

UMP 2023: Rp 2.758.948 (naik 7,10 persen)

  1. Gorontalo

UMP 2022: Rp 2.800.580

UMP 2023: Rp 2.989.350 (naik 6,74 persen)

  1. Sulawesi Barat

UMP 2022: Rp 2.678.863

UMP 2023: Rp 2.871.794 (naik 7,20 persen)

  1. Maluku

UMP 2022: Rp 2.619.312

UMP 2023: Rp 2.812.827 (naik 7,39 persen)

  1. Maluku Utara

UMP 2022: Rp 2.862.231

UMP 2023: Rp 2.976.720 (naik 4 persen)

  1. Papua Barat

UMP 2022: Rp 3.200.000

UMP 2023: Rp 3.282.000 (naik 2,56 persen)

  1. Papua

UMP 2022: Rp 3.561.932

UMP 2023: Rp 3.864.696 (naik 8,5 persen)


Setelah melihat seluruh kenaikan UMP Mr. Erick dan melihat berapa rata – rata kenaikannya, maka Mr. Erick sudah mendapatkan gambaran berapa besar kenaikan rata-rata nya. Dimana letak perusahaan Mr. Eric terdapat di Jakarta, Jawa barat, & Jawa Tengah. Dengan kenaikan yang cukup tinggi ini Mr. Erick memiliki beberapa ke permasalah yang cukup mengganggu pikirannya yaitu :

  1. Takut tidak ada hasil optimal dari bisnisnya 2023
  2. Omzet penjualan turun dari waktu ke waktu
  3. Sistem yang ada belum dapat diimplementasikan secara maksimal
  4. Sudah diberikan kenaikan karyawan menjadi tidak produktif

Nah siapa ini yang memiliki permasalahan atau kegalauan yang sama seperti Mr Erick saat kenaikan UMK setiap tahunnya? (Pelari lebih banyak tentang peraturan ketenagakerjaan di MODUL 2: INDUSTRIAL RELATIONS). Akan tetapi dalam hal ini Mr Erick memiliki keyakinan  bahwa saat kita memperhatikan karyawan maka, bisnis akan dapat berkembang dengan baik pula. Karena perkembangan bisnis akan berbanding lurus dengan pertumbuhan karyawannya. Oleh karena itu Mr Erik bersama tim Human Capital sebelum memasuki awal tahun sesudah melakukan beberapa  :

1. Mencari informasi

Mencari informasi ini dengan sharing atau join di komunitas – komunitas yang dapat membantu untuk memberikan informasi berapa sih kira2 besaran kenaikan UMK/UMP di tahun selanjutnya (SEGERA JOIN KOMUNITAS KAMI DISINI). Dengan adanya informasi ini Mr. Erick dan tim Human Capital mendapatkan gambaran berapa besar kenaikannya. Selain itu dengan join di beberapa komunitas dan mencari informasi, jadi Mr. Erick dan tim Human Capital bisa saling sharing terkait strategi apa yang bisa dilakukan kepada sesama business owner atau human capital. Sharing yang didapatkan dapat meneguhkan dan memperkuat keputusan apa yang akan diambil tahun 2023.

2. Merancang MPP

Setelah mengetahui informasi berapa kenaikan UMK/UMP di tahun selanjutnya Mr Erick dan seluruh leaders di perusahaan melakukan perhitungan berapa besaran biaya yang akan dialokasikan untuk kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di setiap departemen. Atau istilah dalam dunia Human Capital / Human Resource menghitung jumlah MPP di tahun selanjutnya (Segera pelajari tips dan trik merancang MPP di MODUL 5: EMPLOYMENT MANAGEMENT). Dengan memperhitungan hal tersebut Mr Erick selaku business owner memiliki gambaran berapa estimasi biaya yang akan dikeluarkan pada tahun selanjutnya.

3. Membuat Budgeting

Seperti yang dilakukan pada merancang MPP dan mengetahui berapa besarannya jumlah biaya yang akan dikeluarkan untuk SDM, maka selain itu perlu diperhitungkan juga besaran kenaikan upah karyawan di tahun selanjutnya.

Dalam hal ini Mr Erick dan tim Human Capital memiliki strategi dalam melakukan kenaikan upah yaitu :

  1. Untuk karyawan yang gajinya UMK/UMP akan dinaikkan sesuai dengan standar kenaikan.
  2. Untuk karyawan yang memiliki upah yang jauh lebih tinggi akan dipertimbangkan persentasenya. Hal ini dilakukan karena angka persentase pada upah yang lebih tinggi nilainya akan berbeda dengan presentase nilai yang lebih rendah.
  3. Pada akhir tahun Mr. Erick dan tim Human Capital melakukan penilaian karyawan sebagai dasar melakukan kenaikan gaji karyawan. Proses ini dilakukan untuk menghindari hal – hal yang sering terjadi di beberapa perusahaan yaitu :
    • Tidak memiliki acuan yang tepat saat kenaikan terjadi
    • Saat akhir tahun orang yang dekat dengan atasan atau business owner yang akan mendapatkan kenaikan lebih tinggi dari yang lain.
    • Kenaikan dilakukan tidak sesuai dengan performa karyawan.
    • Kenaikan yang dilakukan kesannya penilaian subyektif dari atasan atau business owner.

Berikut beberapa strategi yang dilakukan oleh Mr. Erick dan tim Human Capital nya. Apakah Anda juga sudah melakukan strategi yang sama seperti yang dilakukan Mr. Erick? Kalau belum bisa dicoba untuk tahun selanjutnya ya. Pada awal – awal bulan Januri 2023 ini Mr Erick sudah mulai memantau perhitungan kenaikan upah yang dilakukan tim Human Capitalnya agar dapat berjalan dengan lancar pada penggajian di akhir Januari 2023. Bagi Anda yang masih bingung atau perlu panduan untuk menyusun strategi dalam melakukan kenaikan UMK/UMP  bisa langsung menghubungi dan berdiskusi dengan kami di https://sinergiaconsultant.com/kontakkami

Reading Club

https://id.wikipedia.org/wiki/Hierarki_kebutuhan_Maslow

https://www.kompas.com/tren/read/2022/11/30/083000165/daftar-lengkap-ump-2023-di-34-provinsi-seluruh-indonesia?page=all

Wisnu Ardhi


Saya senang bekerja dengan banyak perusahaan untuk menciptakan struktur SDM yang kuat melalui kemampuan dan kompetensi untuk menjawab kebutuhan jaman sehingga tercipta tim yang profesional dan hebat.


Tags


You may also like

Pelbagai Perusahaan Besar Dunia Beramai-Ramai Memberhentikan Ratusan Hingga Ribuan Karyawannya, Apa yang dapat dipelajari? 

Pelbagai Perusahaan Besar Dunia Beramai-Ramai Memberhentikan Ratusan Hingga Ribuan Karyawannya, Apa yang dapat dipelajari? 
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>