August 15

Mengenal 5 Tipe Hybrid Working, Mana yang Cocok untuk Perusahaan Anda?

0  comments

Ahir – akhir ini sedang marak perubahan model kerja yang dilakukan oleh perusahaan – perusahaan besar. Tidak hanya melulu tentang Work from Office (WFO) atau Work from home (WFH) saja, sekarang ada model kerja hybrid working yang sedang naik daun. 

Apa itu hybrid working, mengapa perusahaan-perusahaan besar sedang mempertimbangkan untuk menerapkan model kerja ini? Lalu, bagaimana sebenarnya penerapan praktisnya di perusahaan? 

Dalam artikel ini kita akan membahas dan berkenalan dengan 5 tipe hybrid working yang bisa menjadi referensi bagi perusahaan Anda. Tentunya, tidak semua model akan bisa diterapkan mengingat proses bisnis dan operasional perusahaan yang berlaku. 

Apa yang disebut dengan hybrid working?

Model kerja hybrid working membebaskan karyawannya untuk bisa leluasa memilih lokasi kerja yang menjadi preferensinya. Karyawan bebas memilih ia mau bekerja di mana/dari mana. 

Umumnya, lokasi pilihan karyawan ada di rumah, kantor, atau kafe. Tapi tidak menutup kemungkinan juga karyawan Anda memilih bekerja di lokas-lokasi lain yang lebih nyaman bagi mereka.

Konsepnya, Hybrid working menggabungkan antara bekerja dari kantor dan bekerja dari rumah/dimana saja.  

Dalam artikel ini, kita akan mengkategorikan model hybrid working berdasarkan 3 kategori:

  • Hybrid working berdasarkan lingkungan kerja
  • Hybrid working berdasarkan jadwal kerja
  • Hybrid working berdasarkan divisi kerja karyawan

Dari ketiga kategori tersebut, kita akan mendapatkan 5 tipe model hybrid working. Tiap – tiap tipe memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pastinya, tiap perusahaan akan memilih model hybrid working yang sesuai untuk memaksimalkan produktivitas dan kelancaran operasional perusahaannya. 

Mana yang paling cocok untuk perusahaan Anda?

5 Tipe hybrid working

Berdasarkan lingkungan kerja:

1. Model at-will atau model remote-first. 

Keduanya memungkinkan karyawan untuk memprioritaskan bekerja dari jarak jauh. Namun, dengan pengaturan kerja ini, karyawan tetap dapat melakukan pekerjaan di kantor seperti biasa. Ruang kerja bersama secara fisik dan kantor akan tetap tersedia bagi pekerja perusahaan.

Keuntungan dan kekurangan at will/remote first model: 

Kelebihan Kekurangan
  • Meningkatkan Efisiensi
  • Meeting yang lebih ramping/terkontrol
  • Memberikan ruang yang nyaman untuk kolaborasi/meeting antar karyawan
  • Memberikan rasa trust pada karyawan
  • Sulit diprediksi (baik bekerja online maupun offline)
  • Kantor bisa menjadi sangat penuh atau sangat sepi tergantung situasi
  • Ruang kantor yang tidak terutilisasi dengan baik

2. Office-First Model

Sama seperti model hybrid yang pertama, semua karyawan boleh bekerja dari rumah atau kantor sesuka hati. Namun, di model kali ini karyawan harus mengutamakan bekerja dari kantor. 

Hal ini dapat memberikan keuntungan tersendiri bagi para business owner dan HC Practitioner yang menginginkan karyawannya untuk mengutamakan berkontribusi di kantor, tapi juga memberikan ruang bagi mereka untuk bisa bekerja di tempat lain. 

Model ini cocok untuk organisasi yang mengedepankan dan mementingkan kolaborasi antar tim. Yang mana komunikasi dan kerjasama tim menjadi hal yang penting untuk dilakukan. 

Sedangkan untuk perusahaan yang memiliki fokus pada kontribusi individual, mungkin model kerja ini kurang sesuai. 

Kelebihan Kekurangan
  • Mendukung serta memberikan kesempatan yang tinggi untuk berkolaborasi
  • Tidak memerlukan penyesuaian yang rumit dari segi teknikal.
  • Flexibilitas
  • Kurang sesuai untuk perusahaan yang memprioritaskan output dari karyawan secara individu.

Berdasarkan lingkungan kerja:

3. Split week model

Model ini mewajibkan para karyawannya untuk hadir dan bekerja secara offline pada hari-hari tertentu dan juga menetapkan hari-hari tertentu di mana karyawan harus bekerja secara offline.

Contoh: 

Satu divisi tertentu perlu bekerja dari kantor di hari Senin, Selasa, dan Rabu.

Lalu, untuk divisi lainnya dapat bekerja dari rumah. Sedangkan di 3 hari berikutnya, tim yang awalnya bekerja dari rumah wajib ke kantor untuk melaporkan pekerjaannya.

Dengan begitu, kantor Anda tidak akan terasa penuh dan meeting/koordinasi pun dapat dilakukan secara teratur.  

Kelebihan Kekurangan
  • Meeting face to face yang lebih teratur dan tertata
  • Kantor yang tidak terasa penuh
  • Menjaga dinamika tim
  • Memberikan ruang untuk bereksperimen dan berimprovisasi
  • Biaya operasional yang meningkat
  • Interaksi antar divisi yang kurang terjalin

4. Week-By-Week Model

Dalam pengaturan kerja ini, beberapa tim/divisi diwajibkan untuk masuk dalam minggu tertentu dan melanjutkan bekerja dari rumah setelahnya. Model kerja ini sangat menguntungkan bagi perusahaan dengan jumlah karyawan banyak namun memiliki ruang yang terbatas untuk bisa mengumpulkan mereka dalam satu ruang setiap saat. 

Potensi masalah baru muncul saat Anda perlu mengadakan meeting penting secara mendadak, karena berarti Anda perlu menyesuaikan ruang dan lokasinya.

Kelebihan Kekurangan
  • Optimal untuk perusahaan-perusahaan dengan jumlah karyawan yang banyak 
  • Bisa diimplementasikan secara gradual
  • Kurang sesuai untuk perusahaan yang sering melakukan meeting secara mendadak di kantor

 

Berdasarkan divisi kerja karyawan

5. Divisi-Tim Tertentu Model

Dalam model ini, terdapat beberapa divisi yang perlu hadir bekerja di kantor secara teratur dan ada beberapa divisi yang tidak perlu hadir di kantor untuk dapat bekerja. Model ini cocok untuk perusahaan yang memerlukan beberapa karyawan stand by di kantor untuk mengontrol perusahaan.

sayangnya, model ini berpotensi menjauhkan tim antar divisi Anda. Engagement antar tim pun akan sulit terbangun. Namun perspektif ini dapat terbantahkan apabila Anda memiliki Employment Management dan People Development yang baik 

Kelebihan Kekurangan
  • Meningkatkan efisiensi 
  • Mengurangi biaya operasional

 

  • Berpotensi membuat tim Anda kurang engage satu sama lain, terutama lintas divisi
  • Sangat bergantung pada teknologi

 

What’s Next?

Menentukan model kerja yang sesuai tidak semudah membalikan telapak tangan. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dan dicermati sebelum mengambil keputusan. Dengan adanya artikel ini, Anda dapat memahami kelebihan dan kekurangan dari tiap tipe hybrid working. Juga jangan lupa bahwa Anda perlu memerhatikan kondisi karyawan serta performa perusahaan sebagai pertimbangan.

Apabila Anda ingin berdiskusi lebih lanjut, silakan hubungi kami di sinergiaconsultant.com/kontakkami

Let’s Grow!

Naufal Fathanah



Tags


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>