August 29

Awas Problematika Karyawan Saat WFH; HRD & HCP Wajib Tahu!

0  comments

Dunia berubah, sistem kerja Work from Home (WFH) marak diterapkan. Tidak lumrah, namun menyesuaikan dengan situasi yang berjalan. Banyak yang siap, namun tidak sedikit yang tergagap-gagap. Berbagai problematika karyawan saat WFH hadir dan mengusik perhatian. Sayang HR/HC tidak tahu atau luput dari perhatian.

Business owner, HR/HC practitioner dan professional leader, sering kita abai akan problematika yang dihadapi karyawan saat WFH. Bukan untuk melakukan pembelaan dan pembenaran, namun memahaminya akan membuat kita lebih bijak dalam mengambil kesimpulan.

Kita masih sering kaget dengan penurunan performa karyawan saat WFH. Jauh sekali gap-nya dengan saat WFO (Work from Office). Permasalahan ini sering menjadi menu curhat ke HR/HC.

Banyak yang kemudian bingung, tidak punya data yang valid untuk menjawabnya. Apalagi jika ditanya bagaimana solusinya. Ujung-ujungnya jawaban andalan yang sering diusulkan: terbitkan saja Surat Peringatan.

Apakah itu satu-satunya cara terbaik?

Bisa jadi bukan. Bisa jadi menganalisa terlebih dahulu permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh karyawan akan memunculkan beragam alternatif solusi. Bagaimanapun juga harus dipahami bahwa Surat Peringatan tetaplah akan dipersepsikan sebagai hukuman bagi karyawan.

Problematika WFH.

“Tahu bulat…. Digoreng dadakan.. Lima ratusan… “. Begitu suara nyaring memecah suasana saat seorang karyawan sedang mempresentasikan pekerjaannya. Pecah tawa para peserta meeting. Sang presenter pun panik dan buru-buru menonaktifkan microfon.

Peristiwa-peristiwa itu jamak terjadi. Banyak cerita dan pengalaman-pengalaman lucu terjadi saat WFH. Menjengkelkan, bikin panik namun biasa berakhir dengan tawa. Hal-hal semacam itu belakangan semakin mudah mendapat permakluman. Sesuatu yang diluar kontrol kita.

HC Practitioner, Business Owner dan Professional Leader, ilustrasi di atas adalah salah satu contoh permasalahan yang dihadapi oleh karyawan.

Berikut beberapa problematika internal yang sering dihadapi karyawan saat WFH:

  1. Mindset Kerja Vs Mindset Libur.

Adaptasi kerja di rumah, bukan perkara yang mudah. Setelah bertahun bekerja di kantor, membiasakan diri untuk tetap produktif adalah tantangan tersendiri. Pagi hari dengan rutinitas persiapan berangkat kerja tiba-tiba hilang. Berganti dengan bangun tidur lebih siang.

Ini sering menjebak karyawan. Kerja di rumah jadi berasa libur. Dorongan untuk rebahan adu kuat dengan niat menuntaskan pekerjaan.

Ini utama dan perlu menjadi perhatian serius. Setiap karyawan harus sadar bahwa WFH bukan libur. Oleh karenanya wajib tetap produktif. Setiap pekerjaan terselesaikan sesuai dengan jadwal.

  1. Workspace

Tidak banyak karyawan yang mempunyai ruang kerja khusus saat di rumah. Oleh karenanya sering mengambil ruang makan, ruang tamu atau bahkan di kamar tidur.

Lebih-lebih untuk karyawan yang status tempat tinggalnya masih kost. Ruang lingkupnya lebih sempit. Dipakai buat tidur, pun dipakai untuk kerja. Kondisi ini jelas merupakan suatu tantangan.

Konsentrasi sering terganggu, peralatan kerja berhamburan, pun dengan pencahayaan sering menjadi permasalahan tersendiri. Cahaya yang kurang akan membuat mata semakin mudah lelah menatap layar laptop.

Ngantuk, tertidur di depan laptop menjadi sebuah pemandangan biasa.

  1. Problem Financial

Banyak yang mengatakan, dengan WFH menjadi lebih boros. Kuota internet bertambah, biaya listrik naik, bahkan tidak jarang pengeluaran untuk jajan menguras isi dompet.

Seorang teman pernah bercerita bahwa dia bekerja dari café ke café hamper setiap hari. Hal ini berkaitan dengan workspace yang kurang respresentatif yang mengakibatkan dia harus mencari tempat yang lebih nyaman. Terbayang betapa konsumtifnya.

Ongkos transportasi pulang pergi ke kantor yang diharapkan bisa disimpan, namun faktanya tak berbekas akibat banyaknya pengeluaran di sisi yang lain. Bahkan terkadang bisa jadi berkali lipat lebih besar. Kelola COMPENSATION & BENEFIT Perusahaan denga lebih optimal, Akses egera HCA ONLINE MENTORING PROGRAM

  1. Lingkungan yang Tak Terkondisikan.

Selain “tahu bulat” di atas yang tak terkontrol, lingkungan sosial juga menjadi cerita menarik tersendiri. Keluarga terdekat sering tak terkondisikan dengan baik. Pasangan atau anak sering tidak tersosialisasikan dengan benar mengenai WFH ini.

Karyawan yang WFH diasumsikan oleh keluarga sebagai tenaga tambahan di rumah. Maka banyak kejadian, saat diajak meeting mendadak karyawan tidak siap karena sedang mengantar belanja, membantu memasak, menjemput anak dan berbagai kegiatan di rumah pada umumnya.

Berat memang jika hal ini tidak tersosialisasikan dengan baik.

  1. Searching Tak Terkontrol.

Duduk sendirian tanpa ada yang mengawasi mempunyai kecenderungan untuk searching. Entah itu portal berita, marketplace maupun media sosial begitu menarik minat. Jemari tak tahan godaan untuk membuka new tab.

Saat di kantor, tak mungkin akan seleluasa membuka banyak jendela di layar komputer. Sungkan sama teman dan takut ketahuan atasan adalah alasan yang masuk akal.

Namun saat di rumah, ketika minim pengawasan maka tak terbayang berapa jumlah jendela yang dibuka. Andai di-screenshot, mungkin akan nampak berjejer bagai benang jahitan. Tak terkontrol.

What’s Next.

HC Practitioner, Business Owner dan Professional Leader, WFH bisa jadi bukanlah pilihan terbaik untuk bekerja. Banyak tantangan yang dihadapi oleh karyawan, lebih-lebih oleh perusahaan.

Bagaimanapun juga bertemu, melihat, mengobrol, bersentuhan akan lebih meningkatkan keselarasan. Dan itu berkurang banyak saat WFH.

Secara sosial, jarang bertemu tentu saja akan menurunkan nilai engagement antar karyawan. Tak jarang kita dengar, sejak WFH pertemanan jadi lebih sensitif. Masalah kecil menjadi runcing. Pertikaian lebih sering terjadi. Koordinasi semakin sulit dilakukan, target pun berantakan.

Saya yakin anda tidak berharap demikian. Oleh karenanya HC Practitioner, Business Owner dan Professional Leader, memahami problematika yang terjadi pada karyawan sekali lagi bukan untuk membenarkan apa yang terjadi, namun membuka luas sudut pandang.

Saat sudut pandang lebih luas, pemahaman lebih komprehensif maka Surat Peringatan bukan lagi menjadi senjata andalan untuk diterbitkan.

Jika anda saat ini masih kesulitan melakukan kontrol untuk karyawan yang WFH atau anda masih kesulitan beradaptasi dengan system ini, kami siap membantu dengan ragam tools dan berbagai metode untuk memastikan target pekerjaan anda tetap berjalan sesuai rencana.

Let’s Grow!


Tags


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>