November 22

Baru Seminggu. Resign!? Simak 7 Tips Mempertahankan Karyawan

0  comments

Punya karyawan baru yang hanya bertahan seminggu? Simak 7 tips employee retention berikut untuk mencegahnya terulang kembali.

Hello Human Capital Practitioner, Human Capital Professional, dan Business Owner. Pada suatu hari, salah satu Human Capital Practitioner sebuah perusahaan yang bergerak dibidang retail bernama Fathanah memiliki kesempatan untuk menghadiri sebuah pertemuan yang sudah mulai diadakan secara offline.

Kita mengetahui semenjak datangnya Covid19 ke Indonesia, semua kegiatan yang dilakukan secara offline mulai dikurangi bahkan dilarang. Belakangan ini, setelah Covid19 sudah berangsur – angsur mudik untuk kembali ke kampung halamannya, kegiatan offline pun sedikit demi sedikit mulai diizinkan. Dimana pertemuan offline mulai berangsur – angsur diselenggarakan kembali.

Kegiatan secara offline tersebut mempertemukan Fathanah dengan teman temannya untuk saling berbagi pengalaman dan sharing berbagai hal termasuk area SDM.

Salah satu pembahasan yang menarik di area SDM adalah Employee Retention. Yaaaa, itu menjadi hal yang menarik karena beberapa karyawan potensial di perusahaan secara bertahap mulai keluar satu per satu, Hal itu membuat Fathanah dan rekan-rekannya melakukan berbagai cara agar karyawan – karyawan potensial di perusahaan tetap bertahan dan berjuang bersama untuk membangun perusahaan.

 Apakah Perusahaan Anda Juga Mengalami Hal yang Sama?

Saat diskusi bersama teman – temannya, Fathanah menemukan beberapa kejadian yang selama ini juga menjadi kendala bagi teman-temannya, sehingga membuat proses berbagi pengalaman terkait Employee Retention ini menjadi sangat menarik. Hal unik dalam proses pembahasan Employee Retention yaitu:

  1. Menyadari bahwa Employee Retention adalah bagian penting dalam pengelolaan sebuah organisasi, SDM, dan bisnis.
  2. Keinginan untuk mempertahankan kandidat yang potensial

Nah dari dua hal itu, mari kita bedah terlebih dahulu betapa pentingnya employee retention bagi perusahaan.

Bisnis yang sukses membutuhkan konsistensi dalam semua aspek, termasuk karyawan. Memiliki tingkat retensi yang tinggi berarti mempertahankan karyawan dalam jangka panjang, menghasilkan lebih sedikit waktu dan sumber daya yang dibutuhkan untuk melatih karyawan baru dan memiliki loyalitas yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Pertimbangkan jumlah waktu, sumber daya, dan uang yang digunakan untuk melatih karyawan baru :

  1. Produktivitas akan melambat karena karyawan lama akan membantu tim baru untuk proses pencarian hingga proses melatih.  
  2. Ada potensi kehilangan sumber daya dan uang karena kesalahan yang biasanya muncul dari karyawan baru. 

Sekarang, bayangkan melalui semua itu tanpa hasil ketika karyawan baru tersebut berhenti setelah sebulan bekerja atau bahkan kurang dari sebulan. Anda sudah melalui proses penyaringan pelamar, psikotes pelamar, mewawancarai calon pekerja, mempekerjakan, melatih mereka, dan mengharapkan mereka untuk tetap berkontribusi dalam jangka panjang.

Jika mereka akhirnya pergi, Anda harus mengulangi seluruh proses itu lagi. Hal tersebut akan menjadi sebuah roda yang terus berputar apabila Anda tidak segera mengatasinya, maka jika tidak segera diatasi tingkat retensi karyawan yang rendah akan merugikan organisasi atau menghambat perkembangan perusahaan.

Nah sekarang Anda melihat seberapa pentingnya mempertahankan karyawan di perusahaan Anda (KONSULTASIKAN KENDALA ANDA DALAM MEMPERTAHANKAN KARYAWAN DISINI). 

Setelah mengetahui hal itu, Fathanah juga penasaran untuk melihat lebih dalam tentang manfaat dan dampak positif dari penerapan Employee Retention secara umum di perusahaan. Mari kita simak 3 manfaat dari penerapan Employee Retention :

1. Mengurangi biaya rekrutmen karyawan baru

Proses rekrutmen ini merupakan pintu awal dimana calon karyawan harus mengikuti segala kegiatan yang diberikan perusahaan. Seperti kita ketahui juga bahwa proses rekrutmen dapat menghabiskan anggaran yang tidak sedikit.

Hanya saja, terkadang kita sebagai Human Capital Practitioner dan Business Owner membiarkan proses itu berjalan begitu saja tanpa mempertimbangakan keefektivitasannya (PELAJARI STRATEGI REKRUTMEN YANG EFEKTIF DISINI). Apabila Anda dapat menjaga karyawan untuk tetap stay di perusahaan, maka perusahaan dapat meminimalisir biaya ini.

2. Loyalitas karyawan meningkat

Ketika karyawan merasa bahwa atasan, tim ,dan lingkungan mereka mendukung satu sama lain, maka akan tumbuh rasa memiliki dan perasaan kompak terhadap tujuan perusahaan.

Menemukan cara untuk mempertahankan karyawan lama juga dapat meningkatkan loyalitas mereka karena karyawan yang memiliki jangka waktu kerja yang panjang pastinya telah menginvestasikan banyak waktu dan upaya dalam pekerjaan mereka. Dengan meningkatnya loyalitas karyawan, maka produktivitas dan etika dalam melakukan pekerjaan akan tumbuh dan terbangun dengan sendirinya.

3. Budaya perusahaan yang positif

Tingkat turnover yang tinggi dapat menyebabkan semangat karyawan menjadi turun dan membuat produktivitas mereka menjadi lebih rendah. Hal ini juga menjadi tantangan bagi seluruh karyawan untuk tetap bersemangat, jika ada salah satu rekan kerja mereka mengundurkan diri. 

Sekarang, coba Anda bayangkan jika tingkat setiap karyawan mengambil porsi dalam pembentukan dari budaya perusahaan. Kemudian karyawan merasa terlibat dengan menunjukkan sikap penuh bersemangat dalam bekerja, dan memiliki berkomitmen pada pekerjaan mereka, ini dapat membantu berkontribusi pada budaya positif di tempat kerja (AKSES VIDEO LIVE ONLINE TRAINING TENTANG BUDAYA PERUSAHAAN DISINI)

Dari informasi positif itu ternyata Fathanah juga mulai memikirkan berbagai hal untuk melakukan penerapan Employee Retention di perusahaan. Sekarang, jika Anda berperan menjadi Human Capital Practitioner atau Business Owner,

“Bagaimana Anda mempertahankan karyawan terbaik agar bertahan di perusahaan selama jangka panjang dan strategi employee retention seperti apa yang akan berhasil untuk Anda?”

Dalam penerapan Employee Retention di perusahaan, siapkan hal-hal berikut ini:

1. Berikan Lebih Banyak feedback Positif

Anda tahu bahwa bahwa karyawan Anda membutuhkan feedback untuk mengetahui sejauh mana mereka melakukan pekerjaannya agar dapat menunjukan kerja terbaik mereka. Feedback tersebut dapat berupa saran yang positif, membangun dan saran yang dapat memacu performa mereka.

Feedback positif harus sering diberikan untuk memotivasi karyawan dan memberi mereka tekad yang dibutuhkan untuk melakukan pekerjaan terbaik mereka. Tetapi jangan lupa berikan juga mereka feedback yang konstruktif dan korektif. Silakan Anda akses FORM FEEDBACK 360 yang sudah kami rancang di PREMIUM ASSESSMENT BUNDLE untuk membuat prosesnya menjadi lebih lancar dan optimal.

2. Mendorong Kreativitas Karyawan

Meskipun banyak perusahaan mengatakan bahwa mereka menghargai kreativitas, mereka tidak selalu memiliki inisiatif atau kebijakan untuk mendukungnya. Google, misalnya, memiliki program 20% di mana karyawannya diberi kesempatan untuk mengerjakan proyek lain yang menarik bagi mereka.

3. Menumbuhkan Rasa Hormat Di Tempat Kerja

Jika Anda amati, setiap orang tidak ingin merasa diremehkan dalam suatu organisasi. Rasa hormat adalah salah satu dari tiga hal teratas yang dicari oleh pencari kerja.

Budaya hormat dapat dipupuk dengan menerapkan banyak strategi, termasuk  feedback, dan memberikan ruang kreatifitas. Langkah atau tindakan kecil yang dapat Anda lakukan seperti ucapan “terima kasih” kepada karyawan yang menyerahkan tugas mereka, memberi sambutan “selamat pagi” yang ceria saat karyawan tiba, dan menanyakan jika mereka membutuhkan bantuan Anda.

4. Beri Karyawan Anda Kesempatan Untuk Bertumbuh

Memberikan ruang tumbuh dan berkembang merupakan salah satu cara yang efektif dalam melakukan penerapan Employee Retention. Dalam hal ini, tidak semua perusahaan memiliki awareness yang sama untuk meningkatkan kompetensi karyawan dari tim internal.

Padahal, memberikan mereka pelatihan dan pengembangan akan berdampak pada kepuasan kerja dan kompetensi mereka di masa depan. Silakan AKSES VIDEO DAN BERAGAM TEMPLATE PEOPLE DEVELOPMENT DI HCA ONLINE MENTORING PROGRAM untuk mempelajari lebih banyak tentang pelatihan dan pengembangan karyawan.

5. Dorong Karyawan Anda Untuk Memberi Anda Feedback

Memberi umpan balik/feedback kepada karyawan Anda merupakan hal yang wajar terjadi, tetapi Anda juga harus menerima umpan feedback dari mereka. Ketika para karyawan merasa pikiran mereka tidak didengar, mereka akan menganggap perusahaan tidak mempedulikan suara mereka. Selalu dorong karyawan Anda untuk memberikan feedback baik dalam rapat ataupun diskusi.

Banyak karyawan memiliki kecenderungan untuk berpikir bahwa tidak akan ada yang berubah, bahkan jika mereka mengusulkan sesuatu yang baru.

Tapi perlu Anda ingat – Himbauannya untuk Anda adalah mari ciptakan budaya di mana karyawan nyaman untuk menyampaikan pemikiran mereka.

6. Terhubung Dengan Tim

Bagian dari keterlibatan dan pemberdayaan karyawan adalah meluangkan waktu untuk terhubung dengan karyawan Anda dan Ketika karyawan Anda merasa terhubung, itu memberi mereka perasaan yang aman dan nyaman bagi mereka.  Ini membantu melihat bagaimana mereka berkontribusi dalam departemen atau tim mereka.

Per Peter Economy, full-time ghostwriter and best-selling author,

“Rahasia untuk membuka sumber energi tak terbatas ini untuk perusahaan Anda adalah dengan membangun dan memperkuat ikatan antara Anda dan karyawan Anda. Ketika Anda mempercayai dan menghormati orang-orang Anda – dan benar-benar terhubung dengan mereka – mereka akan merespons dengan komitmen dan antusiasme.”

Anda dapat mengeluarkan atau menemukan  hal terbaik dalam diri karyawan Anda dengan memberikan keterbukaan kepada mereka untuk mengekspresikan ide-ide mereka, mengakui kontribusi mereka, memberdayakan mereka dengan alat dan informasi yang mereka butuhkan, memberi mereka kesempatan untuk tumbuh, dan sebagainya.

7. Penawaran Gaji

Karyawan Anda ingin merasa bahwa upaya yang mereka lakukan sepadan dengan waktu mereka. Dalam hal employee retention, uang bukanlah segalanya, tetapi menawarkan upah yang kompetitif dapat membantu karyawan Anda merasa pekerjaan dan waktu mereka dihargai (SIMAK VIDEO PEMBELAJARAN TENTANG COMPENSATION AND BENEFIT DI HCA ONLINE MENTORING PROGRAM).

Menurut Chron.com, 

“Terlepas dari bidang seseorang, dia ingin tahu bahwa kompensasinya kompetitif dengan apa yang diperoleh orang lain yang melakukan pekerjaan serupa. Gaji tidak perlu menjadi yang tertinggi di wilayah Anda, tetapi harus berada di antara yang teratas. Membayar gaji rendah berarti orang-orang top akan pergi dan yang berkinerja rendah akan mengambil pekerjaan mereka.”

Hal yang perlu Anda ketahui bahwa karyawan Anda juga memiliki keperluan untuk menutupi biaya hidup mereka. Jadi Anda dapat melihat kembali terkait komponen gaji atau salary di perusahaan Anda, apakah komponen gaji, tunjangan, atau insentif sudah tepat untuk di perusahaan Anda. Apabila Anda belum memiliki perhitungan komponen gaji yang tetap, segera AKSES VIDEO PEMBELAJARAN & TEMPLATE PENGUPAHAN DISINI.

Itu adalah beberapa hal yang Anda dapat terapkan sebagai seorang Human Capital Practitioner, Human Capital Professional dan Business Owner untuk memulai atau menerapkan Employee Retention.

Penerapan hal – hal di atas memerlukan sebuah proses, komitmen dan pengawasan yang perlu dilakukan oleh seluruh tim di perusahaan Anda. 

Apabila Anda masih penasaran atau bahkan ingin bertanya lebih detail terkait penerapan Employee Retention, Anda juga dapat menghubungi dan berdiskusi dengan kami di https://sinergiaconsultant.com/kontakkami


Tags

Business Owner, Human Capital Practitioner


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>