5 Unsur Utama Organizational Culture

5 Unsur Utama dalam Organizational Culture

Article

Dec 24
5 Unsur dalam Organizational Culture

Google memunculkan 290 juta hasil temuan dari keyword “Organizational Culture”. Hal tersebut mengindikasikan bahwa banyak organisasi/perusahaan yang memang memandang penting kebudayaan dalam organisasi. Publik banyak  menciptakan artikel, tulisan, atau kajian terhadap organizational culture karena memang  banyak terjadi kekeliruan tentang pemahaman dan pengaplikasiannya di kehidupan organisasi. Kita dapat melihat pola dari kebudayaan dalam organisasi yang konsisten mempengaruhi perilaku dan emosi  pekerja.

Beberapa definisi Organizational Culture/Kebudayaan Organisasi :

  1. Suatu pola yang terintegrasi individu tentang pengetahuan, kepercayaan, dan perilaku yang sangat bergantung pada kapasitas belajar dan terjadi untuk regenerasi
  2. Set perilaku, value, tujuan, dan pengembangan yang menjadi karakter suatu organisasi
  3. Kata “organizational culture” muncul pertama kali sekitar tahun 1980, berkaitan dengan fungsi organisasi dan bagimana organisasi menampilkan diri.
  4. Perilaku atau kebiasaan yang dilakukan secara berulang, sebagai inti dari kebudayaan yang mempengaruhi emosi, cara berpikir, dan kepercayaan pekerja.

Tantangan yang cukup berat dan dialami setiap organisasi/perusahaan adalah ketika membentuk budaya yang diinginkan sehingga mendukung jalannya kehidupan organisasi. Ada dua cara (Ari Weinzweig & Zingerman, 2016):

Pertama, membangun kebudayaan dengan kesadaran dan tujuan yg direncanakan. Dengan perencanaan yg baik, kemungkinan berhasil mencapai tujuan yang diharapkan semakin tinggi. Beberapa perusahaan yang peduli dengan pentingnya kebudayaan mulai memikirkan serius terkait apa yang harus dilakukan sehingga proses organisasi/perusahaan dapan tercapai.

Kedua, membangun kebudayaan karena tidak sengaja dan hanya merencanakan seperlunya. Jika perusahaan hanya setengah hati dalam melihat hal ini, sehingga pengerjaannya tidak maksimal sehingga hasil yg diperoleh juga tidak maksimal. Perusahaan yang tidak peduli dengan organizational culture nampak sebagai individu yang tidak memiliki identitas.

“Culture is how organizations ‘do things’.” — Robbie Katanga

Ari Weinzweig & Zingerman menjelaskan 5 unsur utama dalam membangun organizational culture :

  1. Teach it

     Pembelajaran yang berulang-ulang (repetition) dan dilakukan secara konsisten akan membentuk kebudayaan. Dalam membentuk kebudayaan yang diinginkan membutuhkan strategi dan konsistensi dalam pelaksanaannya sehingga akan muncul kebiasaan/kebudayaan itu sendiri. Menjelaskan keinginan Anda kepada karyawan akan membentuk pandangan mereka terkait dengan suatu tujuan yang diharapkan.

     Pembelajaran yang efektif bisa menggunakan metode menceritakan cerita, ketika pekerja mendengarkan cerita tentang bagaimana kita menyelesaikan suatu permaslahan yang sangat sulit akan membangkitkan/menstimulasi mereka untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan yang serupa dengan lebih tepat dan cepat.

  1. Define It

     Di dalam perusahaan mungkin ada beberapa pimpinan yang menjalankan organisasi, akan sangat sulit untuk mencapai suatu keputusan mutlak yang dapat diterapkan di semua lini. Sebagai seorang yang memegang suatu keputusan harus mendefinisikan dan menuliskan apa yang organisasi harapkan, sehingga seluruh komponen organisasi dapat memahami apa yang Anda inginkan secara langsung. Dokumentasikan dengan rapi dan munculkan diwaktu yang benar-benar tepat.

  1. Live It

     Tidak hanya diceritakan, dituliskan saja, namun Anda harus menghidupi dan melaksanakan secara langsung dan konsisten. Jika Anda mengharapkan karyawan atau orang lain mengikuti Anda, tunjukan perilaku yang Anda inginkan tersebut. Pastikan bahwa mereka dapat melakukan apa yang telah Anda lakukan tersebut. Hidupkan suatu kebiasaan yang benar-benar diharapkan oleh organisasi.

  1. Measure It

     Anda juga harus memastikan bahwa perubahan bisa diukur. Suatu sistem yang telah berjalan, seringkali tidak dirasakan betul secara langsung, namun jika Anda dapat menghitung perubahan tersebut secara tepat yang Anda dapatkan adalah suatu hasil pasti dan terukur yang bisa dipercaya. Hal berikut dapat meningkatkan kepercayaan diri karena telah melakukan suatu perubahan yang berhasil.

  1. Reward It

     Suatu capaian pantas untuk diapresiasi, karena dengan memberikan reward atau apresiasi, akan dapat memotivasi agar perilaku yang diinginkan dapat dilakukan secara permanen. Apresiasi tidak hanya berupa uang, namun bisa dilakukan/diberikan dengan cara lain.