Pastikan Proses Talent Management Anda berjalan dengan baik dan sesuai prosedur. Mari kita pelajari proses-proses apa saja yang perlu dilakukan dalam menjalani talent management di perusahaan.
Halo
HC Practitioners di mana pun Anda berada. Saya harap Anda selalu semangat menjalani keseharian Anda. Dalam edisi kali ini, kita akan kembali membahas mengenai
talent management. Lebih dari sekedar penjelasan, kali ini saya akan membahas tentang apa saja yang harus dipersiapkan untuk merancang sebuah skema
talent management yang sesuai, tentunya dengan melihat kondisi saat ini dimana banyak talent-talent yang hinggap sebentar di perusahaan Anda untuk akhirnya berpaling ke perusahaan lain.
Atau seringkali dibahasakan dengan “kutu loncat” Berhubung pembahasan kali ini sangat erat kaitanya dengan artikel edisi sebelumnya, saya sarankan Anda untuk mampir dan bertamu sebentar ke artikel tersebut. Untuk membaca artikel tersebut, silakan klik link di bawah.
Baca juga: Talent War Sudah Dekat, Segera Hindari Kesalahan Talent Management Ini!
Dalam artikel sebelumnya, bisa dilihat bahwa terdapat kesalahan-kesalahan yang tercipta dari kurangnya (atau tidak adanya) sebuah
talent management yang baik. Dimana dalam kasus tersebut,
hc practitioner di perusahaan itu hanya mengandalkan upah sebagai jurus andalan dalam mempertahankan seorang
talent.
Kegagalan dalam mengetahui alasan kepindahan
talent tersebut akan berimbas pada performa perusahaan. Kenapa? Karena di perusahaan tersebut tidak ada
talent lain yang memiliki kompetensi yang setingkat satu sama lain, sehingga kemampuan dan kompetensi tiap
talent di perusahaan tersebut seolah terlihat timpang.
Kata yang perlu diperhatikan disini adalah kata “seolah”. Saya menggunakan kata “seolah” karena saya yakin dengan
talent management yang baik dan sesuai, ketimpangan tersebut akan mudah teratasi. Setidaknya dengan Anda mendeteksi hal tersebut lebih awal, itu sudah memberikan peringatan dini tentang apa yang harus Anda lakukan kedepannya.
Inilah salah satu alasan mengapa asesmen dan
talent management merupakan hal yang penting untuk mempertahankan keberlangsungan perusahaan. Karena mau bagaimana pun, tanpa
talent/SDM/Karyawan yang membantu kegiatan operasional Anda, bisnis pun akan terhambat dan bahkan bisa terhenti apabila salah satu dari mereka memiliki masalah.
Lakukanlah asesmen rutin pada karyawan Anda untuk mengetahui bagian dan sektor mana yang dirasa perlu untuk ditingkatkan. Untuk Anda yang masih berpikir dua kali untuk mulai memperbaiki
talent management perusahaan, silakan simak
podcast #CurhatHRD di Spotify:
Ibarat Anda sedang menahkodai sebuah kapal, asesmen dapat dilakukan untuk mengetahui bagian mana yang bocor kecil dan bocor besar. Dengan begitu, Anda dapat mengambil langkah selanjutnya agar kebocoran tersebut dapat teratasi dengan baik. Entah dengan menambah kru kapal, mengganti bahan dan material kapal yang lebih kokoh, atau yang paling sadis; melempar sebagian barang-barang Anda ke laut agar kapal Anda tidak tenggelam.
Tidak hanya itu, sebelum Anda sadar bahwa kapal sedang dilanda kebocoran, salah satu dari kru Anda sudah menyadari hal tersebut lebih dulu dan memutuskan untuk berlabuh di kapal lain yang ia nilai lebih kokoh dan mampu membawanya mengarungi samudra lebih jauh.
“
It’s your choice” Lagi lagi semua hal tersebut akan kembali lagi ke ranah
HC Practitioner untuk mengambil pilihan yang tepat. Salah satu cara terbaik untuk tetap mempertahankan kapal Anda dan tetap dihuni oleh
talent –
talent berkualitas Anda adalah dengan memiliki
talent management yang baik. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa
talent management ini harus disiapkan dengan melalui beberapa tahapan tertentu.
“Lalu, apa saja yang harus dipersiapkan? Bagaimana Prosesnya?”
1. Identifikasi Dahulu Talent di Perusahaan Anda
Dalam lingkup
talent management, tidak semua
talent dalam perusahaan dapat dimasukkan ke dalam
talent pool. Apa itu?
Talent pool adalah sebuah “kolam” yang berisikan
talent-talent hebat yang mampu menunjukan performa tinggi dan mampu menjadi contoh bagi
talent-talent lain untuk memacu mereka menghasilkan performa yang sesuai dengan ekspektasi perusahaan.
Untuk itu, Anda perlu melakukan analisa dan identifikasi dengan cara mengadakan asesmen di tiap departemen (Dapatkan
tools nya segera!). Tidak hanya itu, Anda juga perlu melakukan evaluasi kinerja dan kompetensi dari tiap
talent yang ada di perusahaan Anda
(Dapatkan template evaluasi kinerja dan kompetensi DISINI).
Dari hasil evaluasi asesmen dan penilaian kinerja tersebut baru nantinya Anda bisa memetakan mana
talent yang “
high performer” dan mana pula
talent yang “
high potential” . Apabila Anda beruntung, mungkin akan ditemukan juga “
high performer and high potential talent” di perusahaan Anda. Hal juga ini bergantung pada sebaik dan seefektif apa strategi Anda dalam melakukan rekrutmen, ketepatan Anda dalam membuat
job analysis tentunya akan sangat berdampak.
Anda bisa mempelajari cara membuat
job analysis yang tepat (
dilengkapi juga dengan 5 modul dan 30+ video pembelajaran) dan berkonsultasi tentang strategi rekrutmen Anda melalui
HCA Online Mentoring Program.
Tidak menutup kemungkinan juga apabila Anda menemukan
talent yang berpotensi pada bidang-bidang yang belum menjadi area kerja mereka. Perusahaan yang baik mampu menemukan dan mengembangkan potensi
talent sehingga dapat berkontribusi lebih untuk perusahaan.
Dengan melakukan identifikasi
talent, Anda sebagai
HC Practitioner dapat memetakan
talent-talent Anda yang kemudian bisa Anda “poles” sesuai kebutuhan perusahaan. Dari sini, Anda bisa mengetahui sektor mana saja yang sekiranya masih memerlukan
talent berkompetensi tinggi.
2. Mau hire talent dari luar atau mengangkat talent dari dalam? Pilihan Anda
Tiap perusahaan tentu memiliki definisi “
the right talent” yang berbeda-beda. Ini adalah alasan mengapa Anda perlu mengidentifikasi
talent terlebih dahulu. Karena dengan begitu, Anda bisa menganalisa
talent seperti apa yang akan dibutuhkan oleh perusahaan.
Rekrut orang yang tepat, untuk posisi yang tepat, di waktu yang tepat adalah salah satu poin penting dalam memaksimalkan
talent management (pelajari juga teknik
Competency Based Interview hasil rekrutmen yang lebih akurat).
Pilihan kembali bergantung pada Anda para
HC Practitioner. Apakah Anda cukup percaya diri untuk mengangkat jabatan
high potential talent di perusahaan Anda? Atau Anda lebih memilih mendatangkan
talent baru yang masih segar dari luar? (konsultasikan pilihan dan kendala Anda
DISINI) “
The choice is yours, choose wisely”.
3. Esensi dari Induksi
Apabila Anda memilih untuk menjaring
talent dari luar, pastikan Anda memaksimalkan induksi yang diberikan saat pertama kali ia
onboard di perusahaan. Gunakan momen induksi ini untuk memperkenalkan identitas, visi, misi, dan lingkungan perusahaan.
Tanamkan nilai-nilai yang selama ini dipegang teguh oleh perusahaan Anda. Jika
talent tersebut memiliki visi, misi, dan nilai yang sejalan dengan perusahaan, mungkin ia adalah salah satu “
the right talent” yang perlu Anda rawat dengan baik.
Menemukan
talent yang tepat tentunya sangat bergantung pada sistem rekrutmen yang baik, untungnya kami sudah menyediakan lebih dari 70 pembelajaran dan tools tentang rekrutmen yang bisa Anda akses segera di
Premium Assessment Bundle.
4. Maksimalkan pelatihan dan pengembangan, jangan lupa evaluasi
Seperti yang sudah dijabarkan pada poin 1, rancanglah program pelatihan, pengembangan, dan kurikulum pembelajaran untuk
talent Anda (Pelajari lebih lengkap dengan mengakses
Modul & Kurikulum Pembelajaran). Program dan materi pembelajaran seperti
course,
workshop atau yang sedang
trending baru-baru ini:
webinar, bisa menjadi opsi bagi perusahaan Anda.
Salah satunya Anda bisa mengikuti
Live Online Training tentang Cara Mempertahankan Talenta Terbaik Di Perusahaan yang bisa Anda akses dan tonton rekaman ulangnya. Tidak terbatas dari itu saja, Anda juga bisa memberikan
coaching sesuai dengan potensi karyawan.Yang terpenting adalah jangan lupa melakukan evaluasi setelahnya, karena untuk apa Anda memberikan program latihan tanpa mengetahui efektivitasnya?.
“Pick your method carefully” (konsultasikan dengan kami
DISINI)
5. Pertahankan Yang Terbaik, Kembangkan Yang Berpotensi
Seiring berkembangnya perusahaan, kebutuhan akan
talent yang berkualitas juga semakin meningkat. Diikuti juga dengan semakin sengitnya persaingan dengan kompetitor yang memaksa Anda untuk bisa mempertahankan
talent Anda agar tidak pindah ke lain hati. Jelas Anda tidak ingin perusahaan menjadi goyah karena ditinggal
talent terbaik Anda.
Maka yang perlu dilakukan adalah dengan memberikan
talent-talent Anda ruang untuk berkembang, kompensasi yang seimbang, pelatihan yang sesuai, dan apresiasi yang pantas. Berbicara tentang
talent management tidak bisa lepas dari unsur-unsur
Human Capital lainnya (salah satunya
compensation and benefit, segera dapatkan
akses video pembelajarannya).
So... What's Next?
Segera ulas kembali
talent management di perusahaan Anda, apakah 5 proses tersebut sudah terlaksana? Jangan lupa kalau Anda selalu berkesempatan untuk bisa terus mengembangkan
talent management perusahaan melalui
HCA Online Mentoring Program. Untuk pertanyaan lebih lanjut, silakan berdiskusi bersama kami melalui
https://www.sinergiaconsultant.com/kontakkami
Let’s Connect!
Saya merupakan seorang yang selalu lapar akan pengetahuan baru, update, serta banyak penyusun lainnya. Human captal merupakan keilmuan yang saya kuasai dengan beragam dinamika didalamnya, mengelolah manusia dalam setting organisasi perencaranaan dan melaksanakan pengembangan untuk kebaikan dirinya dan organisasi secara umum.
Business Owner, Human Capital Practitioner
You may also like
Halo business owner, human capital practitioner, dan professional leader. Kembali lagi bersama saya Aditya Wahyu, Human Capital Coach dari Sinergia Consultant. Di artikel sebelumnya kita sempat membahas bahwa proses recruitment seringkali tidak sesederhana memilih kandidat yang terlihat paling bagus saat interview. Ada banyak situasi di mana kandidat terlihat sangat meyakinkan di awal, tetapi performanya ternyata
Read More
Halo business owner, human capital practitioner, dan professional leader. Kembali lagi bersama saya Aditya Wahyu, Human Capital Coach dari Sinergia Consultant. Di dua artikel sebelumnya kita sudah bahas tentang tantangan recruitment. Yang pertama, kalau Anda masih ingat, isunya adalah jumlah kandidat membludak, tapi hanya sedikit yang benar-benar cocok. Yang kedua, kita bicara soal keterbatasan alat
Read More