By Naufal Fathanah
Halo para pembaca setia blog
sinergia consultant! Saya ucapkan selamat datang dan selamat membaca. Untuk Anda yang baru pertama kali membaca artikel dari kami, izinkan saya memberikan salam hangat dan tentunya, selamat bergabung di ruang membaca kami. Semoga Anda mendapatkan
insight dari tulisan yang kami buat sepenuh hati ini. Karena, pada artikel kali ini saya akan membahas sesuatu yang erat kaitannya dengan para
leaders. Yuk, segera colek
leaders Anda masing-masing dan sempatkan waktu 5 menit saja untuk membaca artikel ini bersama Anda! Sekalian juga sebagai ajang untuk mendekatkan diri dengan
leaders Anda.
Pada kesempatan kali ini, saya akan secara
special mempersembahkan tulisan ini untuk Anda para
leaders di perusahaan yang sedang sibuk-sibuknya mengendalikan
timeline proyek-proyek yang akan berlangsung sepanjang tahun ke depan. Tapi, tidak terbatas hanya untuk
leaders saja, Artikel ini juga saya dedikasikan untuk Anda para
Business Owner dan
HC Practitioner selaku penggerak dan juga salah satu elemen paling penting dalam proses operasional perusahaan, sekaligus sebagai bahan refleksi diri atau pengingat tentang bagaimana
leaders memberikan pengaruh dan sikap nya terhadap sebuah proyek yang sedang berlangsung.
Saya secara 100% yakin kalau Anda sebagai
leaders memiliki jadwal yang padat. Saya pun bisa memastikan isi kalender Anda penuh dengan jadwal
meeting dan uraian proyek-proyek yang perlu Anda koordinasikan dengan tim Anda. Panggilan telepon dari rekan-rekan Anda pun seringkali tidak bisa Anda hindari lagi. Seolah 24 jam hidup Anda harus didedikasikan untuk keberlangsungan perusahaan dan juga demi kelancaran proyek-proyek yang Anda kelola. Contoh tadi hanya menyentil sedikit dari banyaknya kegiatan-kegiatan yang harus dikelola oleh
leaders Memang benar, Keberhasilan Anda dalam memimpin dan mengelola tim pasti akan berdampak pada hasil akhir dari proyek tersebut. Mari kita refleksi diri sejenak.
Setiap
leaders WAJIB memiliki visi untuk apa yang ingin perusahaannya capai pada masa-masa tertentu. Atau penjelasan singkatnya,
leaders harus berani pasang target. Bisa untuk 1 tahun ke depan, 5 tahun ke depan, atau bahkan mungkin ada beberapa pencapaian yang Anda targetkan harus tercapai dalam jangka waktu 6 bulan ke depan. Para
Leaders mungkin memiliki target untuk meluncurkan produk baru, mengubah strategi penjualan agar sesuai dengan kondisi konsumen yang berubah seiring tahun, atau mungkin
leaders ingin kembali mengulas, memperbaiki, dan bahkan memperbarui sistem
human capital Anda yang sudah lama terbengkalai nan ketinggalan zaman (konsultasikan dengan kami sistem
human capital apa yang perlu Anda perbarui di
HCA Membership).
Kita buat satu contoh. Anda sebagai
leaders akan memulai sebuah proyek berupa produk baru yang harus diluncurkan pada akhir tahun. Para
Leaders seringkali melihat target-target tersebut dapat dicapai oleh tim Anda dengan kerja keras yang cukup. Tentunya dengan segala pertimbangan yang sudah dipikirkan, Anda pun menyerahkan dan memercayakan projek tersebut kepada tim. Anda pun yakin akan kemampuan dan keterampilan rekan-rekan tim Anda dalam membantu Anda merealisasikan target tersebut. Tapi siapa yang bisa menyangka, dengan rencana yang sudah dibangun di awal tahun, strategi-strategi yang sudah dirancang, dan dengan karyawan terbaik sekalipun ternyata tidak menjamin proyek yang sudah direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan maksimal. Ada suatu hal yang
leaders perlu jaga.
Tidak sedikit
leader yang melupakan hal ini. Sesuatu yang dapat menghambat dan membuat projek Anda tidak berjalan atau bahkan berhenti di tengah jalan. Pokoknya kalau sudah begini, rencana yang paling sempurna dan karyawan terbaik pun tidak akan bisa menyelamatkan projek tersebut agar berjalan dengan mulus. Tenang saja, pada artikel ini saya akan bocorkan kepada Anda wahai para
leaders, apa yang dapat membuat projek anda
stuck dan tidak berjalan mulus.
Satu hal terpenting tersebut adalah Anda sendiri, yaitu seorang LEADER.
Sekarang coba Anda bayangkan sebuah proyek berjalan tanpa pemantauan dan kontrol dari seorang
leaders. Bayangkan apabila
leaders tidak bisa memberikan solusi atas kendala yang dihadapi dan tidak punya kemampuan komunikasi yang baik dengan rekan satu timnya. Bagaimana bila seorang
leader memiliki ambisi yang sama dengan rekan satu timnya. Walaupun proyek itu berjalan sampai selesai, hasil yang didapatkan tidak akan maksimal dan terkesan hanya “kejar target” saja. Semua kembali lagi kepada Anda sebagai seorang
leader dalam membangun tim dan bagaimana cara Anda mengelola mereka untuk membantu Anda menyelesaikan proyek perusahaan.
Leader’s state pun perlu Anda jaga.
Bisa dibayangkan betapa masif nya dampak seorang leader ketika memimpin sebuah proyek. Tanpa komunikasi yang baik antara
leader dan rekannya, sebuah proyek besar dapat menyimpang dari tujuan awal yang sudah dirancang sebelumnya, atau bahkan bisa jadi berantakan seluruhnya hanya karena absennya sosok seorang
leader dalam proyek tersebut. Kita semua tahu bahwa
leaders tidak dapat mengontrol setiap situasi dan menghandle segala masalah yang muncul. Tetapi, seorang
leader dengan kemampuan komunikasinya dapat memberikan standar informasi dan pemahaman yang sama tentang apa yang sedang terjadi dalam proyek tersebut.
Kalau
leader nya saja tidak tahu, bagaimana pula dengan rekan-rekannya? Kalau leadernya tidak mau, bagaimana dengan rekan-rekannya?. Silakan Anda simak juga
3 Pertanyaan Menantang untuk Para Leader sebagai suplemen tambahan untuk meningkatkan kemampuan
leadership Anda. Jangan sampai tim Anda kehilangan sosok seorang
leader di tengah-tengah berjalannya sebuah proyek.
Ketidakhadiran sosok seorang
leader dapat membuat 5 disfungsi dalam sebuah tim, mari kita bedah!
1. Tidak adanya kepercayaan (sense of trust) dalam satu tim
Disfungsi pertama adalah tidak adanya kepercayaan di antara anggota tim. Ketika terdapat anggora tim yang tidak jujur dan benar-benar terbuka satu sama lain tentang kesalahan dan kelemahan mereka. Hal ini sering disebabkan karena tidak hadirnya seorang
leader yang mampu menjadi penengah dan membantu mereka untuk
align satu sama lain. Sering kita jumpai beberapa tim yang sering bekerja “sendiri-sendiri” karena tidak percaya dengan kemampuan rekan setimnya. Tugas
leader adalah membangun
sense of trust kepada dirinya dan rekan satu timnya. Pelajari selengkapnya melalui
e-book leader’s state, saat Anda mengikuti
Online Workshop Be Dare To Lead, cek tanggal terdekatnya dan daftar
DISINI.
2. Tidak bisa menghadirkan konflik positif
Tidak adanya kepercayaan antar anggota tim menghadirkan disfungsi kedua yaitu kurangnya konflik positif, Salah satu dampak yang bisa didapatkan ketika seorang leader mampu menjadi tolak ukur anggota tim dalam berpikir adalah konflik-konflik kecil yang konstruktif dalam tim. Ketika anggota tim tidak mampu terlibat dalam konflik atau perdebatan, maka tidak akan ada ide dan gebrakan-gebrakan baru yang akan muncul. Sehingga menghindari seorang
leader yang hanya menjadi pemberi instruksi saja.
3. Hilangnya komitmen dalam tim
Kurangnya diskusi dan perdebatan memunculkan disfungsi tim yang ketiga, yaitu kurangnya komitmen. Jelas saja tidak akan ada komitmen yang muncul antar anggota tim karena dari awal pun tidak pernah ada diskusi yang dikepalai oleh seorang
leaders. Hasil dari diskusi tersebut diperlukan untuk memunculkan rasa komitmen dalam satu tim. Ketika anggota tim jarang memutuskan sesuatu ,maka semakin jarang pula komitmen pada keputusan tim akan muncul.
4. Saling menghindari tanggung jawab.
Dengan kurangnya komitmen dan dukungan pada keputusan tim, anggota tim akan saling menghindari tanggung jawab, sehingga memunculkan disfungsi keempat ini.
5. Kurangnya kepedulian terhadap hasil.
Kurangnya tanggung jawab tersebut pada akhirnya mengarah ke bagian di mana disfungsi kelima ini dapat berkembang, yaitu kurangnya kepedulian pada hasil, ketika anggota tim menempatkan tujuan individu mereka di atas tujuan bersama dan hanya sekedar menyelesaikan tugas yang diberikan saja. Kelima disfungsi tim ini saling terkait seperti rantai, sehingga ketika hanya satu mata rantai saja yang berhasil putus, kinerja tim Anda akan tetap memburuk meskipun hanya satu disfungsi saja yang muncul. Maka tugas Anda sebagai seorang
leader adalah menjaga dan menjauhkan tim Anda dari kelima disfungsi ini.
Anda ingin kelima disfungsi itu tidak muncul di tim Anda? Segera daftar dan mari bergabung di
Online Workshop Be Dare To Lead, Kami akan membantu Anda untuk membedah seluruh hal yang bisa memaksimalkan potensi
leadership Anda, cek tanggal terdekatnya dan bersiap-siaplah menjadi
leader yang tidak hanya inspiratif tapi juga berkharisma!
DAFTAR sekarang!
Menjadi
leader memang bukanlah hal yang mudah dan terkadang, leader hebat pun membutuhkan suntikan inspirasi untuk bisa memantik kembali jiwa-jiwa leadership yang ada dalam dirinya. Untuk membantu Anda para
leader’s yang sedang membaca, kami selalu mengadakan kegiatan bincang-bincang dan diskusi dengan para leaders sukses rutin yang diadakan 1 BULAN SEKALI melalui
Leader’s Talk. Segera daftar
DISINI untuk bisa merasakan inspirasi dari para
leader yang kami undang!.
Itulah hal yang menjadi kendala dalam proyek Anda wahai para
leaders. Saya doakan semoga proyek-proyek perusahaan Anda lancar dan kendala yang muncul segera terselesaikan setelah membaca artikel ini. Selalu ingat untuk menjauhkan kelima disfungsi tersebut dari tim Anda. Untuk pertanyaan dan diskusi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi kami melalui
https://www.sinergiaconsultant.com/kontakkami
Let’s Connect!
Saya merupakan seorang yang selalu lapar akan pengetahuan baru, update, serta banyak penyusun lainnya. Human captal merupakan keilmuan yang saya kuasai dengan beragam dinamika didalamnya, mengelolah manusia dalam setting organisasi perencaranaan dan melaksanakan pengembangan untuk kebaikan dirinya dan organisasi secara umum.
Business Owner, Human Capital Practitioner, Leaders
You may also like
Halo business owner, human capital practitioner, dan professional leader. Kembali lagi bersama saya Aditya Wahyu, Human Capital Coach dari Sinergia Consultant. Di artikel sebelumnya kita sempat membahas bahwa proses recruitment seringkali tidak sesederhana memilih kandidat yang terlihat paling bagus saat interview. Ada banyak situasi di mana kandidat terlihat sangat meyakinkan di awal, tetapi performanya ternyata
Read More
Halo business owner, human capital practitioner, dan professional leader. Kembali lagi bersama saya Aditya Wahyu, Human Capital Coach dari Sinergia Consultant. Di dua artikel sebelumnya kita sudah bahas tentang tantangan recruitment. Yang pertama, kalau Anda masih ingat, isunya adalah jumlah kandidat membludak, tapi hanya sedikit yang benar-benar cocok. Yang kedua, kita bicara soal keterbatasan alat
Read More