March 30, 2026 |  Minutes

Organisasi Dibangun dari Apa yang Terjadi di Dalamnya

0  comments

Halo, Business Owner, HC Practitioner, dan Professional Leader. Bertemu saya lagi, Amelia Hirawan. Kali ini saya akan bercerita tentang ruang coaching yang saya dampingi hari ini.

Saya semakin yakin bahwa organisasi itu dibangun, salah satunya dari meeting ke meeting. Bukan soal jenis meeting-nya. Tapi tentang bagaimana kita menciptakan dan menyediakan ruang untuk komunikasi. Ruang di mana semua yang terlibat bisa duduk dalam satu meja, menyatukan rasa dan pikir.

Situasi ini muncul dari salah satu klien saya yang sedang berada dalam masa transisi manajemen di perusahaannya. Mereka sedang mencoba membangun sistem baru, di tengah budaya lama yang sudah terasa sangat mengakar. Di saat yang sama, HR Manager yang diharapkan bisa membantu mengawal proses transisi ini justru memilih untuk resign.

Akhirnya, proses transisi belum benar-benar berjalan. Dan di sisi lain, perusahaan juga harus kembali mencari HR Manager yang baru. Dalam kebingungan itu, klien saya bertanya,

“Kalau seandainya Ibu ada di posisi HR Manager, dan harus mengawal transisi ini, hal apa yang akan Ibu lakukan?”

Setelah mengobservasi dan mengevaluasi dinamika yang selama ini terjadi, saya melihat bahwa langkah kecil yang justru paling mungkin dilakukan adalah: menciptakan ruang untuk bertemu.

Ruang bagi tim untuk duduk bersama.
Ruang untuk mulai berbicara.
Ruang untuk menyatukan kembali arah yang sempat terpecah.

Jude Antin, salah satu Head of Design di Airbnb, pernah menyampaikan bahwa leading through chaos is all about effective communication, speaking up, and saying the right things. Dan dari situ, proses berikutnya bisa berjalan: kita mulai mengobservasi dinamika yang muncul dari setiap pertemuan.

Karena dari meeting yang kita ciptakan, data akan terbentuk, observasi akan semakin kaya, dan kita punya pijakan yang lebih jelas untuk melangkah ke tahap berikutnya.

Di sisi lain, di sesi yang berbeda, saya menemukan pola yang ternyata masih berkaitan. Masih tentang organisasi, masih tentang peran HR, tapi kali ini dari sudut yang sedikit berbeda.

“Saya sudah interview calon HR Manager, Bu. Dia punya pengalaman bikin KPI.”

“Oh ya? Punya pengalaman bikin KPI? Punya pengalaman mencapai KPI? Atau support management untuk mengawal KPI yang lain nggak?”

“Iya juga ya, saya nggak tanya.”

Kalau soal bikin KPI itu gampang, banyak yang bisa. Banyak konsultan juga menawarkan jasa pendampingan dalam membuat KPI. Tapi fokus untuk mengawal, menjaga energi, fokus dan semangat untuk mengupayakan KPI itu, tidak banyak yang tahan. Butuh leader yang need of endurance-nya tinggi, curiosity cari jalan baru, dan juga punya kecerdasan emosional. Jadi jangan sampai salah fokus waktu interview.

Teman-teman mau cari HR Manager yang bikin KPI atau yang bisa mengimplementasi dan mengawal KPI?

Amelia Hirawan


I'm a passionate lady that concern to people development. I'm working as Human Capital expert with more than 20 years of experience working for Human Capital Consulting. My passion is to support people grow and guide them on the journey to maximize their potential.

Besides my anchor skills in the people development, I have vast experience in managerial and leadership roles. Since 1999 I've been an active facilitator for various training programs and really enjoy coaching people in individual and group sessions. Now, I develop a coaching program based on #ARTmazing method.

By nature, I am a highly committed and organized person, always striving to meet my customers' needs and expectations. Being a life long learner, I continuously develop myself through various resources.


Tags


You may also like

Cara Memastikan Penilaian Bisa Tepat Sasaran!

Halo business owner, human capital practitioner, dan professional leader. Kembali lagi bersama saya Aditya Wahyu, Human Capital Coach dari Sinergia Consultant. Di artikel sebelumnya kita sempat membahas bahwa proses recruitment seringkali tidak sesederhana memilih kandidat yang terlihat paling bagus saat interview. Ada banyak situasi di mana kandidat terlihat sangat meyakinkan di awal, tetapi performanya ternyata

Read More

Kandidat Meyakinkan Saat Interview, Tapi Zonk Setelah Masuk? 

Halo business owner, human capital practitioner, dan professional leader. Kembali lagi bersama saya Aditya Wahyu, Human Capital Coach dari Sinergia Consultant. Di dua artikel sebelumnya kita sudah bahas tentang tantangan recruitment. Yang pertama, kalau Anda masih ingat, isunya adalah jumlah kandidat membludak, tapi hanya sedikit yang benar-benar cocok. Yang kedua, kita bicara soal keterbatasan alat

Read More