September 1, 2025 |  Minutes

Jangan Tunggu Januari! Goals 2026 Harus Dibentuk Hari Ini

0  comments

Hai, Business Owner, HC Practitioner dan Professional Leader!

Kalau sekarang Anda masih sibuk merapikan eksekusi Q4 2025, Anda nggak sendirian. Menjelang akhir tahun, mayoritas pemilik bisnis fokus pada closing, audit, dan mengejar target yang (kadang) baru realistis dikejar di tiga bulan terakhir hehehe..

Tapi di tengah semua hiruk pikuk itu, ada satu pertanyaan penting yang sering luput kita pikirkan:

Apa yang sebenarnya ingin Anda capai di tahun 2026?

Bukan hanya soal omzet, jumlah cabang, atau pertumbuhan tim. Tapi benar-benar bicara “arah”, “Visi” dan “Rute strategis” yang akan Anda pilih untuk membawa bisnis naik level.

Kenapa Harus Mulai Menyusun Goals dari Sekarang?

Percaya atau tidak, momen paling tepat untuk menyusun goals 2026 itu justru sekarang. Emang kenapa harus mulai pikirin goals mulai sekarang?

1. Goal yang baik butuh proses berpikir, bukan hanya target angka

Seringkali, goal tahunan ditulis dalam bentuk: “omzet naik 2x lipat”, “buka 3 cabang baru”, “rekrut 10 orang lagi”. Tapi pertanyaan selanjutnya: kenapa angka itu? Apakah angka itu mengarah pada strategi jangka panjang?

Goal yang baik lahir dari proses refleksi yang jujur, bukan dari keinginan sesaat. Dan untuk itu, Anda butuh waktu seperti membaca data, merenungkan pola, mengukur kapasitas tim, dan memahami kondisi pasar. Bukan keputusan semalam saat kick off meeting Januari nanti.

2. Perencanaan strategis bukan tugas dadakan

Ketika goals 2026 sudah dirancang lebih awal, Anda bisa:

  • Menyesuaikan resource (tim, tools, cashflow) dari sekarang
  • Mulai validasi inisiatif penting lewat pilot project di Q4
  • Melibatkan tim dalam proses penyusunan KPI, bukan sekadar menyampaikan “kewajiban” di awal tahun

Dengan kata lain, Anda nggak akan lagi menjalani Q1 2026 dalam mode survival, tapi dalam mode growth yang sudah paham mau kemana arah dan tujuan dari perusahaan.

3. Dari goals yang sudah disusun, bisa Anda breakdown menjadi KPI yang konkret dan terukur

Goal tanpa indikator hanyalah harapan. Ketika Anda sudah punya arah strategis yang jelas, langkah selanjutnya adalah menerjemahkannya ke dalam indikator kinerja (KPI) yang relevan di tiap level.

KPI yang nantinya akan membantu Anda dan tim untuk memantau progress secara objektif, mengatur prioritas, dan melakukan penyesuaian saat realita tidak sesuai rencana.

Jadi bukan hanya tahu mau ke mana, tapi juga tahu sejauh apa sudah melangkah.

4. Goal yang Disusun Lebih Awal Membuka Ruang Kolaborasi, Bukan Hanya Instruksi.

Tim yang terlibat lebih awal dalam menyusun arah, akan merasa lebih bertanggung jawab terhadap pencapaiannya. Goals bukan hanya jadi dokumen manajemen, tapi jadi bagian dari komitmen tim secara kolektif.

Apa yang Bisa Anda Lakukan di Q4 Ini?

Berikut beberapa langkah yang bisa Anda mulai di Q4 ini, agar goals 2026 lebih kuat dan grounded:

1.  Refleksi Strategis. Anda bisa fasilitasi sesi refleksi singkat per divisi. Biarkan timmu membantu membentuk narasi tahun depan. Mulai dengan pertanyaan sederhana:

“Apa keberhasilan terbesar tim tahun ini? Kenapa itu berhasil?”

2. Identifikasi Arah Besar 2026. Daripada langsung menentukan target, mulai dulu dengan arah:

“Apakah 2026 jadi tahun ekspansi? Konsolidasi? Digitalisasi?”

Dengan menyusun arah besar terlebih dahulu, Anda punya pondasi untuk menentukan KPI yang selaras dan tidak asal banyak.

3. Validasi dengan Data dan Realita Lapangan. Anda bisa menggunakan data yang sudah Anda punya seperti data sales, retensi klien, kepuasan tim, cashflow, kapasitas produksi, dll. Jangan lupa menyadari intuisi Anda sebagai pemilik bisnis juga bisa jadi valid, selama diimbangi dengan validasi. Kalau Anda ingin 2026 lebih digital, tapi saat ini skill digital tim masih rendah, artinya salah satu goal utama harusnya adalah penguatan kapabilitas, bukan langsung ekspansi digital.

4. Buat Draft KPI Awal Sebelum Raker. Yes, sebelum raker. Supaya raker bukan jadi tempat “baru mikir”, tapi tempat menyepakati dan mengasah. Anda bisa mulai dari:

  • 3–5 goals strategis utama untuk perusahaan
  • Turunkan jadi 1–3 KPI per unit atau tim
  • Diskusikan dengan leader untuk kapasitasnya

Nanti di Raker, tinggal diskusikan kembali, sesuaikan, dan perkuat komitmen antar tim lintas fungsi.

Kenali Dulu Balanced Scorecard (BSC) Sebelum Menyusun KPI

Sebelum Anda mulai menyusun KPI, penting untuk memahami dulu apa itu Balanced Scorecard (BSC). Menurut Harvard Business School, Balanced Scorecard adalah alat yang dirancang untuk membantu melacak dan mengukur variabel non-keuangan. Dikembangkan pada tahun 1992 oleh Profesor HBS, Robert Kaplan dan David Norton, alat ini menangkap empat perspektif penciptaan nilai.

“Balanced scorecard menggabungkan perspektif keuangan tradisional dengan perspektif tambahan yang berfokus pada pelanggan, proses bisnis internal, serta pembelajaran dan pengembangan,” ujar Simons dalam Strategy Execution. “Perspektif tambahan ini membantu bisnis mengukur semua aktivitas penting dalam menciptakan nilai.”

Keempat perspektif tersebut meliputi:

  • Financial Perspective: Apakah rencana dan proses Anda menghasilkan tingkat penciptaan nilai ekonomi yang diinginkan? Metriknya meliputi pendapatan penjualan, biaya operasional, laba bersih, dan investasi aset.
  • Customer Perspective: Apakah target audiens Anda memandang produk, layanan, dan merek Anda sesuai harapan? Metrik yang diukur meliputi kualitas, kecepatan pengiriman, dan pengalaman layanan pelanggan.
  • Internal Business Process Perspective: Apakah proses organisasi Anda menciptakan nilai bagi pelanggan? Metrik yang perlu dilacak terkait dengan operasional dan manajemen pelanggan, inovasi, regulasi, dan proses sosial.
  • Learning and Growth Perspective: Apakah organisasi Anda mendukung dan memanfaatkan sumber daya manusia dan infrastruktur untuk mencapai tujuan? Area yang perlu dipertimbangkan adalah SDM, informasi, dan budaya organisasi.

Contoh Goals Strategis & KPI Berdasarkan Area BSC

Arah & KPI yang Baik Harus Disusun Bersama

Satu kesalahan umum yang sering terjadi adalah menyusun arah dan KPI hanya di level manajemen, lalu dilempar ke tim dalam bentuk “pengumuman”.

Padahal, ketika goals dan KPI disusun bersama, akan ada:

  • Pemahaman yang lebih utuh
  • Koreksi dari perspektif lapangan
  • Komitmen yang lebih dalam karena mereka ikut “melahirkan” target tersebut

Mulai dari sekarang, buka ruang diskusi. Minta insight dari frontline. Apa yang mereka lihat berubah di pasar? Apa hal yang paling mempersulit eksekusi? Insight seperti ini bisa sangat menentukan kualitas arah strategis Anda.

2026 Butuh Strategi, Bukan Sekedar Semangat

Business owner yang baik bukan cuma hebat di menyemangati tim di awal tahun aja, tapi jago menyusun arah sebelum semua bergerak. Karena dalam bisnis, kesiapan sering kali lebih penting daripada kecepatan.

Menunggu Januari hanya akan membuat tahun depan jadi reaktif. Tapi menyusun goals dari sekarang, membuat Anda masuk ke 2026 dengan pondasi yang matang, roadmap yang jelas, dan tim yang sudah siap lari bahkan sebelum peluit dibunyikan.

So, mari kita mulai dari hari ini.
Bukan dari pertanyaan “berapa targetnya?”, tapi: “apa yang benar-benar ingin kita capai bersama di tahun 2026?”

Kalau Anda ingin menyusun KPI yang nggak cuma angka di Excel, tapi benar-benar bisa menjadi alat bantu arah dan pengambilan keputusan, yuk belajar bareng kami di Webinar Simple KPI. Anda juga bisa terkoneksi dengan kami untuk berdiskusi lebih lenjut terkait goals perusahaan disini.

Sampai jumpa di next artikel!

 

Adelia Putri Arinatasyah


Mempelajari tentang organisasi sama halnya dengan memahami ekosistem yang dinamis, setiap elemen di dalamnya saling berinteraksi dan berkontribusi terhadap keseimbangan serta pertumbuhan keseluruhan.


Tags

Business Owner, Goals, Human Capital, Human Capital Practitioner, Leaders


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>