August 24

6 Tips bagi HRD dalam Mengelola Karyawan Freelance

0  comments

Menggunakan jasa karyawan freelance di perusahaan akan sangat bermanfaat apabila Anda mengetahui tips untuk mengelola kinerja mereka. Berbeda dengan karyawan PKWT dan PKWTT, karyawan freelance atau dalam kontrak biasanya dinamakan pekerja lepas membutuhkan perhatian dan strategi khusus untuk bisa memberikan kontribusi yang positif kepada perusahaan. 

Mengapa Freelance?

Banyak hal yang menjadi pertimbangan serta alasan sebuah perusahaan memilih untuk mempekerjakan karyawan dengan kontrak freelance seperti:

  1. Menghemat kas perusahaan karena upah pekerja freelancer dinilai fleksibel dan bisa dengan mudah diatur 
  2. Membantu menyelesaikan proyek-proyek tertentu yang membutuhkan keterampilan serta skill yang sangat spesifik, namun tidak untuk jangka waktu yang lama
  3. Untuk membantu memaksimalkan alur dan proses kerja perusahaan yang dinilai membutuhkan tenaga profesional dalam waktu yang tidak lama

Dewasa ini, pekerja freelance erat kaitannya dengan model kerja jarak jauh (remote). Yang mana akan cukup sulit bagi HC Practitioner untuk dapat mengawasi mereka. Selain itu, HC Practitioner juga akan terkendala untuk memonitor proses kerja para freelancer tersebut. Akibatnya, potensi-potensi fraud dan penyalahgunaan data akan sangat mungkin terjadi.

HC Practitioner perlu pintar-pintar dalam mengelola risiko dari mempekerjakan pekerja freelancer.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang hal-hal apa saya yang dapat HC Practitioner lakukan untuk bisa mewujudkannya.  

1. Induction ringan.

Meskipun ia hanya menetap tidak untuk waktu yang lama, ia juga perlu mengetahui background serta latar belakang perusahaan. 

Berikanlah freelancer Anda pengenalan singkat mengenai sistem kerja serta aturan-aturan yang perlu ia patuhi selama bekerja. Beritahu juga hak dan kewajiban apa saja yang akan didapatkan oleh para freelancer tersebut. 

Tidak ada salahnya juga untuk mengenalkan visi besar perusahaan Anda, misi – misi yang hendak perusahaan capai, serta value-value yang perlu ia tanamkan selama menjadi freelance di perusahaan.

Setelah kamu memastikan bahwa freelancer sudah mengerti semua hal tentang perusahaan Anda, maka mulailah untuk memberikannya tugas.

2. Pastikan ada hal berikut di kontraknya

Pastikan saat Anda melakukan tanda tangan kontrak dengan pihak freelancer, terdapat pertanyaan bahwa segala sesuatu, baik itu produk, jasa, atau hasil kerja yang ia buat menjadi milik perusahaan. Freelancer tidak boleh menggunakannya untuk kepentingan pribadi. 

Cara apapun yang freelancer perbuat untuk menggunakan produk tersebut untuk kepentingan pribadi akan ditindaklanjuti lebih dalam oleh perusahaan. Pastikan juga ada sanksi yang mengatur mengenai hal ini. Pelajari selengkapnya tentang kontrak kerja di MODUL 2 : INDUSTRIAL RELATIONS

3. Selektif

Jangan sembarangan dalam mempekerjakan karyawan freelance. Lakukan dulu background checking. Sortir CV dan pastikan pengalaman serta skill yang perusahaan Anda butuhkan dikuasai olehnya. 

Perhatikan juga lokasi, zona waktu, dan perangkat kerja yang dimilikinya. Apakah ia sudah sesuai dengan kriteria perusahaan.

Pastikan ia juga memiliki keterampilan dan soft skills yang sesuai untuk posisinya. Dengan tools yang tepat, Anda bisa mendapatkan gambaran psikologis dari freelancer tersebut. Minta ia untuk mengerjakan beberapa psikotes sebagai bahan pertimbangan Anda dalam menerimanya. 

Segera akses tools psikotes yang dapat Anda gunakan secara mudah dan praktis di Premium Assessment Bundle. Dapatkan juga FREE ACCES untuk tools DECISON MAKING INVENTORY, tools yang dapat menganalisa bagaimana cara mengambil keputusan.

4. Lakukan social media background check

Social media background check tidak hanya dilakukan untuk menyeleksi karyawan tetap, namun juga efektif diterapkan sebelum merekrut pekerja freelance. Anda dapat memantau aktifitas kandidat melalui media sosial yang mereka miliki. Dari situ Anda bisa melihat kemampuannya berkomunikasi, hasil karya yang dibuat, keterampilan menulis, kemampuan bersosialisasi sampai sikap yang ditunjukkan dalam menanggapi informasi. 

Tentunya Anda tidak ingin memiliki karyawan freelance yang memiliki reputasi buruk di dunia maya. Karena jejak digital sangatlah penting, gunakan SOCIAL MEDIA CHECKLIST untuk membantu Anda mengelola sosial media yang dimiliki oleh ybs

5. Manfaat Tools Management 

Sebagai HC Practitioner modern, kita harus paham tentang bagaimana cara mengelola tim, baik yang bekerja secara remote maupun onsite. 

Salah satu yang dapat digunakan untuk memantau progress kerja mereka adalah aplikasi-aplikasi project management seperti: 

Tidak semua freelancer mengetahui aplikasi-aplikasi tersebut, jadi pastikan Anda sudah menguasainya agar dapat memberikan arahan serta instruksi yang tepat terkait penggunaannya.

6. Employee Engagement

Jarak seringkali membuat karyawan freelance sulit untuk berbaur dan berinteraksi dengan rekan kerjanya. Hal ini akan membuat gap antara pekerja freelance yang mayoritas bekerja secara remote dengan pekerja onsite. 

HC Practitioner perlu membuat program rutin yang melibatkan para pekerja freelance untuk bisa terhubung dengan karyawan-karyawan lain. 

Tidak hanya itu, HC Practitioner juga sangat disarankan untuk memberikan appraisal yang sesuai apabila ia memberikan kinerja yang sesuai atau bahkan melebihi ekspektasi yang diberikan. 

Berikanlah para freelancer ruang untuk berkembang juga. Dengan begitu, nama baik perusahaan akan terbentuk dan secara tidak langsung akan berdampak pada minat pelamar kerja atau freelancer lainnya untuk bisa bekerja di perusahan Anda

So… What’s Next? 

Cek kembali bagaimana Anda memperlakukan karyawan freelance Anda. Apakah mereka sudah memberikan kontribusi yang optimal? atau malah merepotkan Anda? Aplikasikan tips-tips di Anda untuk mengakselerasi kinerja freelancer Anda. 

Apabila Anda ingin berdiskusi lebih lanjut tentang tips, trik, aturan kerja freelance atau yang lainnya, silakan berdiskusi bersama kami di sinergiaconsultant.com/kontakkami 

Let’s Grow!

Naufal Fathanah



Tags


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>