January 26, 2026 |  Minutes

Simak 9 Fakta Kenapa Karyawan Sering Mengantuk di Hari Senin!

0  comments

“Hooaaamm…”

Hari ini, hari senin. Pagi ini saat saya berangkat ke kantor, rasanya di jalan banyak banget yang lagi menguap. Di lampu merah, beberapa pengendara motor terlihat berusaha membuka mata lebar-lebar. Di halte, ada yang menahan kantuk sambil menyeruput kopi. Bahkan di balik kaca mobil, ekspresi lelah itu terasa seragam.

Momen kecil ini bikin saya berhenti sejenak dan berpikir:

Kenapa hari Senin sering terasa lebih berat dibanding hari kerja lainnya yaa?

Rasa mengantuk di hari Senin sering dianggap hal sepele. “Wajar lah, namanya juga habis libur,” begitu biasanya. Namun berbagai studi justru menunjukkan bahwa kondisi ini bukan sekadar soal malas atau kurang niat bekerja. Ada kaitan erat antara hari Senin dengan produktivitas, emosi, pola tidur, hingga dinamika sosial di tempat kerja.

Berikut sembilan fakta yang membantu kita memahami kenapa hari Senin kerap terasa paling melelahkan.

1. Produktivitas berada di titik terendah di hari Senin

Penelitian menunjukkan bahwa produktivitas karyawan bisa turun hingga 30% di hari Senin. Bahkan, rata-rata waktu kerja yang benar-benar efektif hanya sekitar 3,5 jam. Tubuh dan pikiran masih berada dalam fase transisi dari akhir pekan menuju ritme kerja. Akibatnya, energi belum sepenuhnya terkumpul meski jam kerja sudah dimulai.

2. Hampir 50% karyawan datang terlambat di hari Senin

Hari Senin juga tercatat sebagai hari dengan tingkat keterlambatan tertinggi. Ini bukan selalu soal kurangnya komitmen, tetapi lebih pada sinyal bahwa ritme biologis dan kebiasaan harian belum sepenuhnya kembali normal setelah dua hari libur.

3. Senin adalah hari paling populer untuk belanja online

Menariknya, aktivitas belanja online paling sering terjadi di hari Senin dan kerap dilakukan saat jam kerja. Fenomena ini menunjukkan adanya distraksi dan penurunan fokus. Ketika energi mental rendah, otak cenderung mencari pelarian kecil yang terasa menyenangkan.

4. Orang mengeluh lebih lama di hari Senin

Rata-rata orang menghabiskan sekitar 34 menit untuk mengeluh di hari Senin, lebih lama dibandingkan hari kerja lainnya. Mengeluh sering kali menjadi cara paling mudah untuk mengekspresikan rasa tertekan akibat perubahan mendadak dari mode libur ke mode kerja.

5. Profesional usia 40+ mengalami stres lebih tinggi di hari Senin

Studi menunjukkan bahwa profesional berusia di atas 40 tahun cenderung mengalami tingkat stres lebih tinggi di hari Senin. Tanggung jawab yang lebih besar baik sebagai pemimpin, orang tua, maupun pengambil keputusan membuat awal minggu terasa lebih menuntut secara mental dan emosional.

6. Gosip Senin pagi membantu membangun kembali koneksi sosial

Meski sering dipandang negatif, gosip ringan di Senin pagi ternyata berfungsi sebagai mekanisme sosial. Setelah dua hari terpisah dari lingkungan kerja, karyawan secara alami ingin kembali terhubung dengan kelompoknya. Obrolan ringan ini membantu proses adaptasi sebelum kembali fokus pada tugas.

7. Senin adalah hari paling kurang tidur

Perubahan jam tidur di akhir pekan membuat jam biologis tubuh terganggu. Akibatnya, Senin menjadi hari dengan tingkat kurang tidur tertinggi. Kondisi ini berdampak langsung pada energi, konsentrasi, dan kewaspadaan, sehingga rasa mengantuk pun sulit dihindari.

8. Orang merasa paling tidak menarik di hari Senin

Beberapa studi menemukan bahwa banyak orang merasa paling tidak menarik secara fisik di hari Senin. Meski terdengar sepele, perasaan ini dapat memengaruhi kepercayaan diri dan mood, terutama di lingkungan kerja yang menuntut interaksi dan komunikasi intens.

9. Senin selalu diingat sebagai hari paling stres

Menariknya, ketika emosi diukur secara objektif, hari Senin tidak jauh berbeda dari hari kerja lainnya. Namun ketika diminta mengingat hari paling stres, mayoritas orang tetap menjawab: Senin. Penyebabnya adalah perubahan emosi dari Minggu ke Senin yang terasa paling tajam, bukan beban kerja itu sendiri.

Melihat fakta-fakta ini, rasa mengantuk di hari Senin sebenarnya bukan kelemahan individu. Ia adalah sinyal bahwa tubuh, emosi, dan sistem kerja sedang beradaptasi. Bagi organisasi dan pemimpin, ini menjadi pengingat penting bahwa cara kita memulai minggu kerja sangat menentukan kualitas hari-hari berikutnya.

Mungkin, alih-alih langsung menuntut performa tinggi di hari Senin, kita perlu memberi ruang transisi yang lebih manusiawi agar energi kerja tidak dipaksa menyala, tapi tumbuh dengan lebih berkelanjutan. Let’s connect!

Adelia Putri Arinatasyah


Saya ibarat sponge yang selalu haus ilmu, terutama tentang human capital! Mengelola manusia di organisasi itu seperti menyusun puzzle, kadang ada yang hilang atau terbalik, tapi serunya adalah membantu mereka berkembang bersama tim dan organisasi. Sambil belajar, semuanya bisa berkembang dan bergerak maju. Seru, kan?


Tags

Business Owner, Human Capital


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>