July 30, 2025 |  Minutes

Lomba Agustusan: Momen untuk Reconnect dengan Tim

1  comments

Halo Business Owner, HC Practitioner, dan Professional Leader. Artikel ini nggak akan bahas hal yang gimana-gimana, tapi saya mau reminder ke Anda kalau sekarang sudah bulan Agustus. So? seperti biasa, bulan ini punya suasana khas yang ramai, penuh warna, dan… cukup berisik dengan berbagai lomba seru di sana-sini. Di banyak kantor, momen 17-an masih jadi agenda wajib.

Tapi sebenarnya, di balik keseruan lomba makan kerupuk atau estafet sarung, ada peluang yang nggak boleh kita lewatkan: momen untuk reconnect dengan tim. Bukan cuma karena lombanya seru, tapi karena ini bisa jadi ruang untuk bangun lagi kedekatan yang mungkin sempat renggang. Bukan karena konflik, tapi karena rutinitas.

Lomba Agustusan, Jadi Momen Reconnect

Kita semua tahu, lomba Agustusan bukan hal baru. Tapi justru karena sifatnya yang sudah biasa, sering kali kita jadi lupa bahwa kegiatan sederhana ini bisa punya dampak besar. Lomba itu ibarat jeda. Sejenak lepas dari rapat, target, dan laporan. Tim bisa ketawa bareng, main bareng, dan bahkan jadi lebih kenal satu sama lain, di luar peran formalnya di organisasi.

Yang biasanya jarang ngobrol karena beda divisi, bisa satu tim dan saling dukung. Yang selama ini komunikasinya cuma lewat email, sekarang bisa lempar balon air bareng. Dari situ, perlahan rasa percaya bisa tumbuh lagi.

Coba kita tengok ke belakang, sudah berapa bulan tim kerja dalam mode “jalan terus”? Di tengah tekanan deadline, adaptasi sistem baru, atau mungkin rotasi tim, nggak jarang hubungan antarkaryawan jadi terasa fungsional banget. Ngobrol seperlunya dannn interaksi seperlunya.

Tanpa disadari, banyak tim yang sebenarnya butuh ruang untuk “bernapas bareng” bukan untuk kerja, tapi untuk nyambung lagi. Di sinilah peran momen-momen seperti Agustusan jadi penting. Kadang, yang dibutuhkan bukan hanya training atau sesi formal. Tapi lomba ringan yang bikin semua orang merasa satu tim lagi mungkin perlu dipikirkan juga.

Sebagai pemilik bisnis atau bagian dari tim people development, Anda bisa mengemas lomba 17-an jadi lebih bermakna tanpa harus ribet. Misalnya:

  • Buat tim secara acak, supaya interaksi lintas fungsi bisa terjadi.

  • Tambahkan sesi ngobrol ringan setelah lomba: “Tadi ngerasa seru karena apa sih?”

  • Rayakan semua bentuk kontribusi, nggak cuma yang menang. Yang paling kompak, paling lucu, atau paling suportif juga perlu diapresiasi.

  • Dan yang paling penting: nikmati prosesnya bareng tim, bukan cuma mengawasi dari jauh.

Dengan pendekatan seperti ini, lomba jadi lebih dari sekadar hiburan. Ia bisa jadi titik balik yang memperkuat kelekatan tim — tanpa paksaan, tanpa jargon, tapi terasa nyata.

Merdeka Versi Tim: Bukan Kerja Sendiri-Sendiri

Agustus selalu identik dengan kata merdeka. Tapi kalau bicara konteks kerja, merdeka bukan berarti bebas sebebas-bebasnya. Justru, tim yang sehat itu tahu kapan harus bergerak sendiri, dan kapan harus saling dukung.

Merdeka dalam tim bisa berarti:

  • Bebas jadi diri sendiri tanpa takut dihakimi,

  • Bebas tertawa tanpa takut salah,

  • Bebas ngajak main walau beda level jabatan.

Dan semua itu sering kali muncul dari kegiatan ringan seperti lomba. Nggak ada pretensi. Nggak ada perform. Yang ada cuma koneksi. Kalau Anda berada di posisi pemimpin, apapun levelnya.. momen Agustusan ini bisa jadi alat bantu membangun budaya. Bukan dari meeting atau laporan, tapi dari kehadiran yang tulus. Karena faktanya, rasa percaya dan koneksi nggak tumbuh dari struktur, tapi dari pengalaman bersama. Dari interaksi kecil. Dari tawa yang tulus. Dari main bareng tanpa beban Dan bisa jadi, lomba tarik tambang atau balap sendok itu justru jadi titik temu paling jujur dalam relasi kerja. Simpel, tapi ngena.

Agustus adalah momen yang bisa kita manfaatkan untuk lebih dari sekadar perayaan. Ia bisa jadi waktu untuk memperbaiki ritme kerja yang mulai berat, menghangatkan kembali hubungan tim, dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang sering terlupa di tengah rutinitas.

Jadi, kalau tahun ini Anda ikut merancang atau menghadiri lomba Agustusan di kantor, sempatkan untuk hadir sepenuhnya. Karena mungkin, yang sedang dibangun bukan hanya gapura atau panggung lomba, tapi juga koneksi antar manusia di dalam tim Anda.

Selamat merayakan Agustus. Selamat reconnect.
Dan semoga yang jatuh saat balap karung, jatuhnya bareng-bareng. Biar bisa bangkit bareng juga hehe. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Adelia Putri Arinatasyah


Saya ibarat sponge yang selalu haus ilmu, terutama tentang human capital! Mengelola manusia di organisasi itu seperti menyusun puzzle, kadang ada yang hilang atau terbalik, tapi serunya adalah membantu mereka berkembang bersama tim dan organisasi. Sambil belajar, semuanya bisa berkembang dan bergerak maju. Seru, kan?


Tags

Business Owner, Human Capital, Leaders


You may also like

Gen Z Cepat Resign? Ini yang Perlu Perusahaan Lakukan

Halo business owner, HC practitioner, dan profesional leader. Ketemu lagi dengan saya, Wisnu Ardi, salah satu Human Capital Coach di Sinergia Consultant. Di artikel sebelumnya kita sudah membahas mengapa Gen Z sering dianggap cepat resign dan bagaimana cara pandang yang lebih tepat dalam melihat persoalan ini. Sekarang kita masuk ke bagian yang paling penting: apa

Read More

Gen Z Cepat Resign? Benarkah Masalahnya Ada di Generasi nya?

Halo business owner, HC practitioner, dan profesional leader. Ketemu lagi dengan saya, Wisnu Ardhi, salah satu Human Capital Coach di Sinergia Consultant. Beberapa waktu terakhir saya cukup sering mendengar keluhan tentang Gen Z dari beberapa business owner. Ada yang menyampaikan seperti ini, “Pak, sekarang anak-anak muda Gen Z itu kenapa cepat keluar atau cepat resign

Read More