Sebagian Besar HRD melakukan rekrutmen karyawan melalui proses yang berulang. Hal ini berpotensi menyebabkan kurangnya inovasi dan membatasi kreativitas HRD dalam merekrut. Dalam artikel ini, kita akan membahas 3 rahasia yang bisa Anda pertimbangkan untuk merekrut karyawan secara kreatif.
Pandemi Covid19 sudah berjalan lebih dari setahun. Beberapa perusahaan mulai melakukan pembenahan dan merancang strategi agar mampu tetap berkembang di masa
new adventure ini, begitulah kami di
Sinergia Consultant menyebutnya.
Dengan hadirnya masa petualangan baru ini, tentunya perusahaan-perusahaan harus bisa bersikap tanggap dan kreatif dalam menghadapi masalah-masalah yang timbul di perusahaan.
Yang kita ketahui, tidak semua perusahaan memiliki kepekaan untuk melakukan pembaharuan sistem dan berkreasi dalam mengembangkan bisnis mereka. Hadirnya masa petualangan baru ini seolah memaksa
Business Owner dan
human capital practitioner untuk duduk bersama dan berdiskusi tentang apa saja yang harus dikembangkan, apa saja proses yang bisa diubah, dan bagaimana cara untuk tetap mendapatkan profit sehingga perusahaan dapat terus tetap bertahan dengan stabil.
Dalam hal ini,
Business Owner dan HC harus cermat dan bijak dalam membuat keputusan. Berbagai sistem dan prosedur perlu diubah. Perencanaan rekrutmen yang sudah direncanakan dari jauh hari pun harus dirombak agar tidak membebani pengeluaran perusahaan, sehingga HC harus melakukan seleksi yang sangat ketat dengan pertimbangan-pertimbangan yang sudah ditentukan.
Semua ini dilakukan agar bisa mendapatkan SDM yang sesuai dan berkualitas.
Tentunya, Ketika HC membuka sebuah lowongan pekerjaan, Anda pasti berharap untuk bisa mendapatkan SDM dengan kemampuan dan kompetensi yang terbaik. Agar HC mampu untuk mendapatkan SDM tersebut, maka HC perlu melakukan perubahan pada proses rekrutmen.
Mengapa Harus Kreatif?
HC harus mampu berkreasi dan berani untuk mencoba hal-hal baru saat mulai merekrut. Anda harus berani mengambil langkah yang berbeda dan melampaui metode perekrutan yang sudah biasa Anda lakukan.
Karena untuk mendapatkan kandidat yang luar biasa, harus menggunakan metode yang luar biasa. Maka dari itu, HC dituntut untuk terus berpikir kreatif.
Kemampuan berpikir kreatif sangatlah penting, karena dengan kreativitas Anda akan mampu menemukan berbagai bakat dan keterampilan terbaik yang ada pada diri kandidat/pelamar.
Terkadang kita perlu menggunakan metode yang berbeda untuk bisa menemukan keterampilan dan kompetensi tertentu. Tidak hanya para kandidat pelamar saja yang harus mengeluarkan usaha ekstra untuk memberikan penampilan terbaik saat menjalani proses rekrutmen. Anda pun perlu menerapkan metode kreatif untuk mampu menemukan kandidat-kandidat terbaik.
Seringkali, HC hanya menggunakan
metode interview dan psikotes saja saat menjalankan proses rekrutmen. Kedua metode tersebut memang merupakan metode yang tepat digunakan untuk proses rekrutmen, tetapi dalam hal ini HRD harus bisa menemukan cara yang “lebih” dari sekedar melakukan observasi, memberikan pertanyaan, dan melakukan psikotes. Sehingga muncul pertanyaan:
“Apakah ada metode yang dapat digunakan untuk rekrutmen selain interview dan psikotes?”
Perlu diketahui bahwa dalam proses rekrutmen, Anda dapat berkreasi dengan banyak hal. Seperti menggunakan platform tertentu untuk psikotes, memberikan tugas tertentu setelah
interview, atau anda juga bisa menggunakan metode-metode tertentu.
Cara unik perusahaan saat proses rekrutmen
Google sebagai salah satu perusahaan terbesar tidak mungkin menggunakan cara biasa saat melakukan proses rekrutmen. Walaupun pada dasarnya semua proses rekrutmen sama saja, di dalam proses ini Google melakukan sesuatu yang berbeda.
Pada proses rekrutmennya, Google pernah menghilangkan pengalaman dan tingkat pendidikan pada kualifikasi minimumnya. Dalam hal ini, Google lebih mementingkan hasil penugasan yang diberikan kepada kandidat. Google tidak mempedulikan pengalaman dan tingkat pendidikan. Apabila kandidat tersebut dapat menyelesaikan penugasan yang diberikan, maka ia akan langsung diterima bekerja di Google.
Apa yang dapat dipelajari dari proses rekrutmen Google
? Dalam hal ini, Google paham betul akan
kompetensi dan keterampilan yang harus dimiliki oleh kandidatnya dan disaat yang bersamaan, Google juga mampu menarik banyak peminat.
Bagaimana tidak? Semua yang berminat terhadap pekerjaan tersebut boleh melamar terlepas dari pengalaman yang dimiliki serta tingkat pendidikannya. Ini adalah salah satu cara kreatif yang digunakan oleh Google dalam melakukan rekrutmen
.
Apabila Anda tertarik untuk menerapkan metode rekrutmen yang kreatif seperti yang dilakukan Google, Anda bisa pelajari lebih lanjut di
HCA Online Mentoring program
Contoh lain yang bisa Anda gunakan, seperti memberikan tugas yang harus dikerjakan dalam jangka waktu tertentu untuk melihat apakah kandidat mampu untuk melakukan hal yang sama saat ia sudah diterima kerja nantinya. Pada dasarnya, Anda akan selalu mampu membuat sesuatu yang kreatif apabila mampu mengidentifikasi kompetensi dengan tugas yang diberikan.
1. Fokus akan kompetensi yang digali.
Apabila Anda mengetahui betul akan fokus dan kompetensi yang ingin digali dari seorang kandidat, maka hal ini akan mempermudah anda dalam berkreasi membuat proses rekrutmen.
Anda dapat membuat suatu penugasan tertentu dimana Anda tahu betul akan kompetensi yang Anda nilai. Contohnya seperti membuat powerpoint dan video presentasi selama 10 menit yang harus dikumpulkan dalam waktu 24 jam. Penugasan tersebut akan mampu menggali kemampuan kandidat dalam berkomunikasi dan kemampuan dalam merancang sesuatu yang sistematis.
Tidak hanya itu, HC dapat menilai apakah kandidat tersebut dapat bertindak cepat dan menilai perilakunya dalam menghadapi
deadline yang diberikan. Apabila kandidat mampu menyelesaikan tugas tersebut, maka dapat dipastikan kandidat tersebut akan mampu apabila diberikan tugas serupa di saat sudah bekerja nantinya.
Banyak sekali kompetensi yang dapat digali dari satu jenis jabatan. Untuk membantu HC dalam memetakan kompetensi yang tepat, kami menyediakan kumpulan kompetensi yang bisa anda gunakan untuk memetakan kompetensi yang diperlukan pada suatu jabatan di perusahaan Anda. Silahkan Anda cek
Kamus Kompetensi sembari melanjutkan membaca
.
2. Gunakan metode, tools, dan platform yang tepat
Banyak cara kreatif yang bisa digunakan dalam proses rekrutmen karyawan, seperti menggunakan metode,
tools, dan platform yang sesuai dengan kompetensi yang ingin digali.
Penggunaan ketiga hal tersebut juga harus didasari oleh data apa yang ingin HC dapatkan dari seorang kandidat. HC perlu menghindari pengambilan data yang tidak diperlukan dari seorang kandidat, sehingga tidak menjadi bias saat mengambil keputusan.
Saat sedang melakukan proses rekrutmen, HC bisa meminta kandidat untuk memberikan informasi mengenai akun media sosialnya, seperti
instagram, facebook, dan
twitter (anda bisa pelajari lebih lanjut di
Social Media Checklist)
. Hal ini merupakan cara HC dalam menggunakan
platform media sosial tersebut untuk membuat penilaian mengenai bagaimana cara kandidat dalam melihat kondisi di sekitarnya, bagaimana cara kandidat dalam berekspresi, dan memungkinkan HC dapat melihat beberapa portofolio dan hasil karya yang dipamerkan oleh kandidat melalui akun sosial medianya.
Sama seperti kompetensi, HC juga dapat menggunakan
platform seperti
zoom dan
prezi untuk menilai apakah kandidat bisa menggunakan dan mengutilisasi
platform tersebut.
Penggunaan
platform juga dapat membuat proses rekrutmen karyawan menjadi lebih praktis dan efisien. HC dapat menggunakan aplikasi dan situs-situs di internet sebagai
platform untuk menyelenggarakan tes tertentu. Dengan adanya
platform tersebut, HC dapat dengan mudah memberikan tes kepada kandidat.
Hasil tes nya pun bisa didapatkan secara instan, sehingga akan mempermudah HC untuk menyiapkan pertanyaan saat interview atau menggali kompetensi kandidat dengan penugasan-penugasan lain apabila HC memutuskan untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Dengan begitu, HC dapat memperkirakan bagaimana performa kandidat saat diberikan tugas tertentu.
Ada beberapa
tools tambahan yang dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kandidat saat sedang diberikan tugas atau saat berada pada kondisi tertentu. Tentunya hal ini perlu untuk diketahui para HC saat sedang melakukan proses rekrutmen. Sikap kerja, etos kerja, dan kemampuan
problem solving dapat dinilai menggunakan
metode case study dan role play.
Case study adalah suatu metode dimana anda memberikan suatu kasus dimana kandidat diminta untuk memberikan pendapat atau “solusi” terhadap suatu masalah yang diberikan. Dengan
case study, HC dapat mengetahui bagaimana cara kandidat dalam menyelesaikan masalah yang muncul saat ia bekerja.
Lalu setelah itu, anda dapat menggunakan metode
role play untuk mendapatkan ilustrasi nyata bagaimana ia memposisikan dan mengendalikan diri saat sedang berada dalam suatu kondisi atau situasi tertentu.
Case study dan
role play merupakan metode yang unik dan akurat dalam menggali kompetensi kandidat. Namun, terkadang HC memiliki kesulitan dalam membuat kasus dan peran yang akan diberikan kepada kandidat.
Untuk itu kami sudah menyediakan berbagai macam
case study dan
role play yang sudah siap untuk Anda gunakan. Anda bisa mendapatkanya
DISINI.
Setelah Anda mengetahui
berbagai macam kompetensi, tools, metode, dan platform yang dapat Anda gunakan, Anda juga perlu memperhatikan satu hal terakhir yang tentunya akan mempengaruhi perkembangan kompetensi dari kandidat saat sudah bekerja di perusahaan.
3. Kreasikan development design
Walaupun Anda sudah menggunakan
tools, metode, dan platform yang paling canggih untuk mendapatkan kandidat yang sesuai, anda tetap perlu memikirkan desain perkembangan yang akan anda implementasikan untuk karyawan baru Anda. Karena sebaik-baiknya karyawan baru, Ia harus tetap melakukan penyesuaian dengan pekerjaan dan perusahaanya. Mungkin saja karyawan baru yang Anda rekrut sudah sangat mendekati keinginan Anda, sehingga Anda perlu
merancang desain perkembangan yang sesuai untuk karyawan baru tersebut untuk menyempurnakan kompetensinya. Maka, Anda juga perlu berkreasi dalam membuat desain perkembangan. Pelajari lebih banyak di
Modul 5: People Development.
Kita tidak akan bisa mendapatkan kandidat yang 100% sesuai dengan keinginan kita. Seringkali, kita menemukan kandidat yang sangat kompeten, Ia mampu mengoperasikan berbagai aplikasi, mampu menggunakan alat-alat canggih untuk menunjang pekerjaanya, dan juga memiliki etos kerja yang baik. Tetapi, ia kurang kompeten apabila diminta untuk memimpin tim, melakukan presentasi, dan berbicara di depan umum. Maka, HC perlu
merancang desain pembelajaran untuk menunjang perkembanganya di lingkup
leadership. Salah satu caranya adalah melalui metode
coaching dan mengikuti workshop. Dengan begitu, Anda bisa mendapatkan karyawan sesuai dengan apa yang Anda harapkan.
Berbicara mengenai
leadership, kami mengadakan
workshop yang bisa menjadi rekomendasi untuk dapat karyawan Anda ikuti. Di dalam workshop ini, peserta akan mendapatkan kompetensi yang lebih mendalam dan juga meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang
leadership. Silakan cek tautan berikut
https://www.sinergiaconsultant.com/wsdaretolead untuk mempelajarinya lebih lanjut.
Atau Anda juga bisa mendaftar untuk sesi
leaders talk dimana pada sesi ini, peserta dapat memperoleh pembelajaran dan pengalaman yang akan dibagikan oleh
leaders yang menjadi narasumber kami. Untuk mendaftar, silakan mengakses tautan berikut
https://www.sinergiaconsultant.com/leaderstalk
So... What's Next?
Kesimpulannya, Anda perlu memaksimalkan penggunaan
metode, tools, dan platform yang tepat untuk bisa mengoptimalkan proses rekrutmen karyawan. Tentunya dengan memperhatikan kompetensi yang ingin digali dan mempertimbangan
design development-nya. Apabila masih bingung atau penasaran mengenai rahasia rekrutmen lain yang kami miliki, segera diskusikan bersama kami di
https://www.sinergiaconsultant.com/kontakkami
Let’s Connect!
Human Capital Practitioner
You may also like
Halo, Business Owner, HC Practitioner, dan Professional Leader. Bertemu saya lagi, Amelia Hirawan. Kali ini saya akan bercerita tentang ruang coaching yang saya dampingi hari ini. Saya semakin yakin bahwa organisasi itu dibangun, salah satunya dari meeting ke meeting. Bukan soal jenis meeting-nya. Tapi tentang bagaimana kita menciptakan dan menyediakan ruang untuk komunikasi. Ruang di
Read More
Halo Business Owner, HC Practitioner, dan Professional Leader. Ketemu lagi dengan saya, Wisnu Ardi, salah satu Human Capital Coach di Sinergia Consultant. Beberapa waktu lalu, saya cukup sering berdiskusi dengan klien-klien saya, khususnya teman-teman profesional yang usianya masih relatif muda. Di sini saya menggunakan istilah Gen Z, bukan untuk mengkotak-kotakkan, tapi lebih sebagai istilah yang
Read More