Halo Business Owner, HR & HC Practitioner
SUKA STRESS & PUSING MENGHITUNG-HITUNG BIAYA YANG ANDA KELUARKAN UNTUK KARYAWAN ANDA?

Bukan cuma gaji, tapi Anda tahu bahwa ada BIAYA LAIN yang perlu Anda perhitungkan. Namun bagaimana pengaturan biaya SDM-nya agar strategis dan efektif? Dan harus mulai darimanakah, agar Anda dapat menghitung dengan benar dan melakukan penghematan & efektivitas biaya perusahaan?

TEMUKAN Solusinya dan Pelajari Strategi serta Pengelolaan Kompensasi dan Biaya SDM Anda disini!

Kebanyakan SDM/Karyawan MENUNTUT UPAH/GAJI yang mereka bawa pulang sesuai dengan EKSPEKTASI atau HARAPAN mereka. Namun, mereka juga seringkali tidak menyadari bahwa ada BIAYA-BIAYA LAIN yang harus DITANGGUNG PERUSAHAAN untuk menjaga stabilitas usaha, yang berujung pada kesejahteraan karyawan.


Dan berikut ini merupakan masalah yang sering muncul terkait dengan pengaturan struktur dan skala upah karyawan: 

  • Perusahaan telah memberi upah/gaji sesuai dengan saran pemerintah (UMR), dan itu terhitung gaji pokok dan belum tunjangan lain-lain bagi karyawan. Maka, mengikuti UMR yang berlaku, beberapa SDM harus di PHK supaya biayanya lebih efektif. Apakah benar solusi dan cara pengaturannya?
  • Business owner, sering memberikan hadiah yang tak terduga pada karyawan yang menurutnya berpotensi, terkadang dimudahkan untuk kredit pemilikan kendaraan ataupun pemilikan rumah. Hal ini tentu membuat karyawan yang lain menjadi iri. Apa yang harus dilakukan? Adakah aturan terkait dengan hal tersebut?
  • Perusahaan memberikan beasiswa pada anak-anak karyawan, apakah hal tersebut juga dapat dikategorikan dalam pembuatan struktur dan skala upah?
  • Biaya SDM makin hari makin tinggi. Namun untuk kepentingan keselamatan kerja, perusahaan masih harus menanggung peralatan kerja mereka dan per individu. Hal ini tentu biaya lagi. Apa boleh, biaya ini dibebankan pada karyawan yang bersangkutan?

FAKTANYA

​​Struktur BIAYA SDM tersebut, sudah diatur dalam undang-undang. Justru hal ini yang seringkali membuat pemilik bisnis, HC & HR Practitioner pusing dan stress, mengikuti aturan yang ada, padahal perjalanan bisnis juga tidak mudah.

Sebenarnya pemilik bisnis, HC & HR Practitioner dapat memahami lebih dalam peraturan yang ada & mengelola STRATEGI untuk KESEJAHTERAAN KARYAWAN mereka...

Anda dapat mempelajarinya di: STRATEGIC COMPENSATION & BENEFIT DEVELOPMENT

Surabaya, 3 November 2018

Semarang, 6 Desember 2018


Di workshop STRATEGIC COMPENSATION & BENEFIT DEVELOPMENT (SCBD) ini Anda mempelajari beberapa hal penting mengenai struktur dan skala upah. Termasuk di dalamnya Anda akan mempelajari mengenai:

  • Kompensasi pengupahan dan fasilitas lain-lain yang dapat diberikan atau bahkan menjadi HAK KARYAWAN
  • Pengembangan organisasi (Organizational Development) sebagai dasar menyusun struktur dan skala upah
  • Penggunaan peraturan-peraturan yang berlaku sebagai dasar menyusun struktur dan skala upah
  • check
    Penyusunan skema absensi karyawan sesuai dengan jenis perusahaan Anda
  • check
    Penyusunan konsep pengupahan sesuai dengan visi, misi dan value perusahaan
  • check
    Penyusunan struktur skala upah
  • check
    Penyusunan kompensasi Pemutusan Hubungan Kerja dengan tepat
  • check
    Penyusunan sistem dan strategi penyusunan dana pensiun bagi karyawan 

Dengan memiliki struktur dan skala upah yang TEPAT serta EFEKTIF, Business Owner, HC dan HR Practitioner, dapat mengatur biaya SDM secara lebih strategis serta MEMILIKI SISTEM yang LEBIH TERSTRUKTUR. Hal ini tentu akan meminimalkan kebocoran biaya SDM di perusahaan. 

Apa kata mereka tentang workshop ini?

Metode PRAKTIS untuk MENGUKUR BIAYA SDM...

Workshop ini sangat informatif. Penting sekali sebagai dasar memahami tahap demi tahap berikutnya dalam penyusunan struktur skala upah dan biaya SDM. Saya jadi semakin paham pentingnya struktur skala upah ini. Materi yang disampaikan bisa menjadi metode praktis pula untuk mengukur biaya SDM.

PRIYO HARSONO  // Business Owner Vucapedia

SISTEM KOMPENSASI yang PAS dengan KEBUTUHAN saat ini...

Workshop ini bagus sekali dan memberikan inspirasi bagi saya untuk merancang sisitem kompensasi. Saya sangat membutuhkan pembanding bagi sistem yang sudah berlaku di perusahaan saya. Harapan saya dapat membuat sistem kompensasi yang menjawab kebutuhan saat ini, saya dapatkan di workshop ini. 

LELY H  //  Manager Personalia KSPPS BMT Tumang Boyolali


GALERI 

TRAINER

Berpengalaman menjadi praktisi HR  dan HC selama lebih dari 12 tahun membuat Rene Adrianus, sangat memahami setiap PROSES dan ATURAN yang perlu menjadi DASAR dan PRINSIP seorang HR/HC Practitioner.

Pengalamannya ini juga membuatnya memahami dengan lebih detail, bagaimana kondisi BIAYA yang lebih sehat dan aman bagi sebuah perusahaan, apapun jenis perusahaannya.

Di Workshop Strategic Compensation & Benefit Development ini, Rene Adrianus membagikan pengetahuan dan pengalamannya terkait dengan segala sesuatu mengatur dan mengelola BIAYA SDM di era modern. ​​​​



Anda dapat mempelajarinya di: STRATEGIC COMPENSATION & BENEFIT DEVELOPMENT

Rp 2.550.000,-

Rp 1.950.000,-


EARLY BIRD PRICE!

[FREE] Coaching Clinic Online (45 menit) "Penyusunan Skala Upah" untuk 5 perusahaan pendaftar pertama

PELAKSANAAN

TEMPAT:

Ibis Hotel HR Muhammad
Jalan Mayjen HR. Muhammad No.24, Putat Gede, Suko Manunggal, Kota SBY, Jawa Timur 60189

WAKTU: 

Sabtu, 3 November 2018
09.00 -17.30 WIB

Ditutup dengan diskusi makan malam


HTM

Rp 1.950.000,-/person  EARLY BIRD
Rp 2.550.000,- / person Normal Price



FASILITAS

Participant Certificates

Setiap peserta mendapatkan sertifikat partisipasi training dalam pembuatan dan penyusunan struktur skala upah.


Lunch, Coffeebreak & Dinner

Peserta mendapatkan coffeebreak dan makan siang. Serta dapatkan momen berdiskusi dengan trainer saat jam istirahat tersebut!

FREE!!!

Lebih dari 5 Aplikasi perhitungan penyusunan struktur dan skala pengupahan, SPESIAL untuk para peserta!


Anda dapat mempelajarinya di: STRATEGIC COMPENSATION & BENEFIT DEVELOPMENT

Rp 2.550.000,-

Rp 1.950.000,-


EARLY BIRD PRICE!

[FREE] Coaching Clinic Online (45 menit) "Penyusunan Skala Upah" untuk 5 perusahaan pendaftar pertama