JANGAN PERNAH LAKUKAN REKRUTMEN DI ERA NEW NORMAL SEBELUM TAHU STRATEGI INI!

Aug 05

By Lala Gig

Halo Business Owner, HC Practitioner dan Professional Leader, sadar ga sih di beberapa minggu terakhir ini, kita sering mendengar ungkapan “new normal” disekitar kita?

Berawal dari ditariknya kembali PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di kota-kota besar Indonesia, maka kegiatan ekonomi mulai kembali berjalan di berbagai sektor bisnis. Situasi ini membuat beberapa dari teman-teman HC dan bahkan business owner yang menjadi klien kami menanyakan mengenai apa yang perlu dipersiapkan dalam mencari kandidat untuk perusahaan mereka. Terutama bagi mereka yang sempat mengalami freeze hiring atau tidak melakukan rekrutmen di perusahaannya. Terlihat kondisi new normal ini menjadi tantangan tersendiri untuk para business owner, HC practitioner dan professional leader.

Di artikel kali ini, kami akan berbagi tips yang perlu Anda siapkan terlepas apakah kondisi perusahaan anda saat ini dalam situasi “increase hiring” atau mengalami peningkatan rekrutmen; “as usual hiring” atau melakukan rekrutmen seperti biasa; bahkan mungkin “freeze hiring” atau tidak melakukan rekrutmen. Semua masyarakat dunia menyadari bahwa dampak covid-19 bukan hanya sekedar dari sisi ekonomi secara global melainkan dalam semua aspek dari bisnis itu sendiri. Maka, tidak terkecuali berdampak cukup besar bagi divisi Human Capital / HRD terutama pada rekrutmen maupun organizational development.

Sebelum beranjak lebih jauh, kami ingin menyampaikan kepada Anda berita buruk dari dampak covid-19 ini. Bahwa, situasi seperti ini kemungkinan akan berlangsung untuk jangka waktu yang belum dapat dipastikan. Teknologi akan mengambil alih semua sektor di dalam berbagai area bisnis. Pada akhirnya, akan menimbulkan kesenjangan kompetensi atau kemampuan di antara karyawan kita sendiri.

Secara mental, hal ini akan membuat karyawan mau tidak mau, harus menerima kenyataan. Dan apakah Anda sebagai business owner, HC practitioner ataupun professional leader, telah menyiapkan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan mereka di area ini? Yang pasti, perusahaan akan mengeluarkan budget yang cukup besar dalam mengakomodir perubahan tersebut mungkin dalam bentuk investasi di sisi teknologi dan pembelajarannya.

===

Apakah yang sekarang terlintas di benak Anda? Apakah Anda siap untuk berada, bertahan dan bahkan berkembang di era 4.0 ini? Ini adalah saat yang tepat untuk mulai merubah strategi, terlepas bagaimana kondisi rekrutmen di perusahaan Anda saat ini. Siap tidak siap, kita sudah berada di era digitalisasi rekrutmen. Apa langkah-langkah awal yang bisa Anda lakukan pertama kali?

1) Cek ulang strategi rekrutmen Anda.

Apakah masih relevan dengan situasi yang ada? Atau mungkin ada perubahan job description sehingga Anda dapat menentukan pelatihan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengisi kesenjangan kemampuan teknologi yang mungkin terjadi. Termasuk juga peraturan internal perusahaan terkait dengan protokol kesehatan. Keadaan saat ini sangat memungkinkan Anda untuk melakukan restrukturisasi atau evaluasi ulang dari kondisi riil perusahaan Anda.

2) Teruslah menjalankan proses rekrutmen meskipun anda dalam kondisi “hiring freeze”.

Perkuatlah brand perusahaan Anda dengan memberikan informasi mengenai kondisi terkini yang terjadi di perusahaan Anda. Ceritakan kebijakan yang Anda ambil di perusahaan terkait dengan protokol kesehatan karyawan. Saat ini banyak perusahaan yang menganggap proses rekrutmen bukanlah prioritas utama, namun jika situasi akan kembali normal dalam beberapa bulan kedepan, Anda akan menjadi lebih mudah untuk menyesuaikan dengan percepatan permintaan tenaga kerja yang mungkin akan muncul.

3) Tetap terhubung dengan kandidat Anda terutama jika proses rekrutmen, terjadi sebelum covid-19.

Hal ini menjadi sangat penting karena mungkin, Anda telah melakukan serangkaian proses yang cukup panjang dan Anda tidak ingin kandidat pindah ke perusahaan lain. Tidak adanya komunikasi dan informasi mengenai situasi perusahaan Anda ataupun terkait dengan posisi kandidat tersebut, memungkinkan yang bersangkutan memilih perusahaan lainnya.

4) Cari teknologi yang tepat untuk meningkatkan dan mempercepat proses rekrutmen.

Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan investasi pada beberapa aplikasi sehubungan dengan proses rekrutmen anda seperti zoom, skype, google hangouts dan pemilihan platform dalam memposting lowongan pekerjaan untuk perusahaan Anda.

Setelah Anda melakukan proses awal seperti yang disebutkan di atas, maka sekarang saatnya Anda untuk mencari strategi yang cukup sesuai dalam merekrut karyawan. Terlepas dari situasi covid-19 ataupun tidak, perekrutan karyawan pasti memiliki kesulitan tersendiri. Anda mungkin dihadapkan pada terbatasnya pilihan karyawan yang tersedia. Bagi perusahaan besar, hal ini bukanlah isu utama, namun bagi perusahaan menengah atau pun kecil, hal ini menjadi isu yang tak pernah selesai. Langkah-langkah apa yang bisa dilakukan dalam menarik talenta terbaik dalam proses rekrutmen ini?

Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk memulai proses rekrutmen Anda di masa new normal ini yaa..

✓ Manfaatkan koneksi ataupun referensi dari karyawan internal.
Banyak HC yang belum mengetahui keuntungan dari penggunaan referensi dalam proses rekrutmen. Secara tidak langsung, rujukan / referensi ini merupakan screening potential sebelum anda melakukan proses interview. Terutama jika yang memberikan referensi adalah karyawan terbaik Anda di perusahaan. Rekomendasi yang diberikan, secara tidak langsung adalah cerminan dari karyawan Anda sendiri. Di beberapa perusahaan mulai memberikan kompensasi referensi jika calon karyawan yang direkomendasikan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan. Menurut Brian Zawikowski (Lucas Group), data menunjukan bahwa dengan metode kompensasi referensi ini, perusahaan dapat menghemat $3.000 dalam proses rekrutmen.

✓ Pemilihan social media atau job portal yang sesuai.
Di era digitalisasi ini, pemilihan job portal untuk posting lowongan pekerjaan menjadi sangat penting. Dari sinilah, kita akan memancing talenta yang tepat jika kita dapat menjaring di tempat yang tepat. Berdasarkan penelitian, pada saat ini job portal yang dapat digunakan adalah Facebook, Instagram, Twitter dan Linkedin. Terlepas dari website perusahaan kita ataupun independen aplikasi yang ada. Penggunaan social media dapat menarik perhatian pelamar terutama jika social media perusahaan cukup aktif dan memiliki follower yang loyal.

✓ Perekrutan kandidat freelance atau berdasarkan project.
Banyak sekali keluhan dari business owner, HC practitioner atapun professional leader mengenai kinerja karyawan yang baru bergabung di perusahaan. Terlepas mengenai kemampuan yang masih di luar ekspektasi, hal ini berhubungan juga dengan kondisi bisnis yang tidak menentu sehingga mempengaruhi manpower planning (MPP) yang telah dirancang diawal. Jika berhubungan dengan budget ataupun MPP yang ada, hal yang dapat dipertimbangkan adalah dengan perekrutan berdasarkan proyek ataupun sebagai tenaga freelance. Hal ini dapat menjadi penilaian tersendiri apakah karyawan yang bersangkutan dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan perusahaan sebelum diangkat sebagai karyawan kontrak / tetap.

✓ Menuliskan job description yang jelas.
Meskipun hal ini bukanlah hal yang penting dalam strategi rekrutmen namun hal ini dapat meningkatkan kesuksesan proses rekrutmen Anda. Tulislah ekspektasi Anda dengan metode SMART (specific, measurable, achievable, relevant dan time-related). Banyak kandidat yang seringkali mengurungkan niatnya saat membaca job description yang seringkali tidak masuk akal.

Selain memperbaiki metode rekrutmen, ternyata hal itu belum cukup dalam menyiapkan sebuah strategi rekrutmen di era new normal ini. Ada 4 hal lain yang kita butuhkan selain sebuah strategi, antara lain:

(1) Mindset yang terbuka.

Memiliki sebuah metode dan sistem hanya akan membantu Anda mempercepat proses rekrutmen. Memiliki mindset recruiter yang lebih luas berarti Anda fokus kepada tujuan yang lebih besar yaitu bagaimana mempersiapkan kandidat yang akan membantu mempercepat perusahaan dalam mencapai visinya. Dan bagaimana dapat merekrut talenta yang tepat berasal dari bagaimana anda memposisikan mindset Anda saat melakukan rekrutmen.

“Recruitment IS marketing. If you’re a recruiter nowadays and you don’t see yourself as a marketer, you’re in the wrong profession.” Matthew Jeffrey, Global head of sourcing and employment brand at SAP.

(2) Memiliki kepercayaan diri.

Seringkali hal yang membuat talenta terbaik tidak bergabung di perusahaan Anda adalah bukan kepada pekerjaan ataupun gaji yang Anda tawarkan, melainkan bagaimana Ia melihat Anda. Betul sekali, kendala yang cukup sering terjadi adalah saat Anda tidak percaya diri dalam menarik seseorang untuk bergabung ke perusahaan Anda. Dan energi ini dapat dirasakan oleh kandidat Anda.

(3) Menciptakan pengalaman positif kandidat

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana menciptakan sebuah pengalaman positif kandidat yang melamar di perusahaan Anda. Sebab mereka lah yang akan menjadi “marketing berjalan” terhadap perusahaan Anda di luar. Dimana hal ini akan menarik kandidat lain untuk mengenal perusahaan Anda lebih jauh lagi.

(4) Mendigitalisasi alat rekrutmen

Apa yang dapat Anda lakukan selain mulai beradaptasi dengan teknologi? Pada saat ini menjadi seorang recruiter yang paham akan digital tools dan strategi bukanlah sebuah pilihan namun sudah merupakan suatu keharusan. Anda akan banyak berhubungan dengan teknologi termasuk online psikotes (anda dapat mempelajari online psikotes ini dengan KLIK DISINI) ataupun penggunaan media online dalam proses interview (baca selengkapnya disini).

Seperti yang dikatakan oleh Josh Bersin (advisor pymetrics artificial intelligent) dalam sebuah interview ,“Online video interviewing, digital assessment, and digital candidate experience strategies were “nice to have” before the crisis. Now they’re business-critical”.

Suka tidak suka bahkan mau tidak mau, pada saat ini Anda dihadapkan pada suatu situasi dimana teknologi berperan penting dalam segala aspek. Selain anda diminta untuk mencari strategi yang sesuai dengan kebutuhan rekrutmen, Anda pun diminta untuk memiliki kemampuan untuk lebih agile dan adaptive dalam situasi yang tidak menentu.

Era digitalisasi ini selanjutnya seperti yang disampaikan dalam world economic forum bahwa, “75 million workers will be replaced by technology, 133 million new jobs will be created by 2022”.

Jadi apa yang telah anda persiapkan dalam menarik talenta terbaik diluar sana di era digitalisasi ini?

Yuk diskusi dengan kami terkait dengan kebutuhan rekrutmen Anda, dengan KLIK LINK ini www.sinergiaconsultant.com/kontakkami atau hubungi TIM KAMI.

 

Let’s Connect!

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com
>