November 8

CARA MENGETAHUI KARYAWAN MANA YANG LAYAK DIPERTAHANKAN

0  comments

By Naufal Fathanah

Halo para Business Owner dan HC Practitioner, bagaimana kondisi karyawan Anda saat ini? Tentram kah? Sedang dikejar deadline kah? Atau lagi sibuk-sibuknya kejar omzet? Saya harap apa yang saat ini sedang ditugaskan pada karyawan Anda berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Jangan lupa juga untuk memberikan karyawan Anda waktu istirahat yang cukup. Karena apa jadinya perusahaan kalau mereka sering izin dan sakit-sakitan? Sebaik-baiknya karyawan adalah aset bagi perusahaan. Maka dari itu, rawatlah mereka dan beri mereka apresiasi yang cukup agar mereka nyaman bekerja di perusahaan. Maka dari itu, kita harus pintar-pintar memilih “aset” yang cocok untuk dibawa ke perusahaan. Sehingga nantinya Anda bisa melatih dan mengembangkan aset tersebut sehingga memberikan manfaat dan keuntungan bagi perusahaan.

Jangan sampai Anda membawa “aset” yang Anda kira baik dan kompeten, namun ternyata ia tidak bisa berkontribusi lebih banyak lagi untuk perusahaan. “Stuck” di tempat yang sama dan nyaman dengan keadaan. Lama kelamaan hal tersebut akan berdampak bagi rekan-rekan kerjanya dan juga produktivitas perusahaan secara menyeluruh. Karena mau bagaimana lagi? Industri terus berkembang. Persaingan tidak dapat dihindari lagi. Mau tidak mau, seluruh elemen di perusahaan harus bisa berkembang dan memiliki tekad yang kuat untuk selalu belajar terus menerus demi meningkatkan atau mendapatkan kompetensi baru. Kenapa kita harus aware dengan kompetensi? Yang jelas untuk bertahan dan bersaing dengan kompetitor-kompetitor lain yang tanpa Anda sadari sedang berusaha sekuat tenaga untuk bisa upgrade kompetensi. Semua kembali lagi ke aset (karyawan) perusahaan Anda.

Bisa bertahan dan bekerja di sebuah perusahaan kelas atas adalah impian banyak karyawan. Pernahkah Anda menemukan karyawan yang tidak ingin memiliki gaji fantastis, tunjangan yang cukup, dan fasilitas kerja yang mendukung? Kemungkinannya sangat kecil, dan kalau ternyata anda para HC Practitioner merasa bahwa karyawan Anda saat ini sedang nyaman-nyamannya bekerja di perusahaan, maka saya ucapkan selamat. Itu menandakan bahwa perusahaan Anda saat ini adalah tempat berlabuh impian bagi karyawan-karyawan Anda, Perusahaan TOP. Tempat yang aman dan nyaman untuk bekerja, baik secara tugas maupun keamanan dan stabilitas perusahaan. Yang perlu Anda sadari adalah: sebagai perusahaan TOP, maka diperlukan karyawan-karyawan yang TOP pula. Karyawan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga selalu memiliki ruang untuk berkembang (Pelajari program training and development yang sesuai untuk perusahaan Anda di HCA Online Mentoring Program).

Namun, tidak banyak HC Practitioner yang menyadari bahwa seringkali karyawannya tidak bisa bekerja secara maksimal karena selama ini HC Practitioner tidak bisa menemukan apa yang menjadi potensi terbesar dari karyawan tersebut. Kalau terlalu lama seperti ini, pasti pada akhirnya ada satu pihak yang kurang puas. Bisa dari sisi perusahaan maupun karyawan itu sendiri. Pada akhirnya, jalan keluar paling populer adalah resign. Divisi Human Capital tinggal mengagendakan rekrutmen lagi dan mencari penggantinya, yang pastinya butuh energi, waktu, dan biaya lagi.

“Lalu, Bagaimana caranya agar kita bisa mengetahui potensi tersebut dan bisa mempertahankan karyawan yang tepat?”

Ada beberapa kendala yang seringkali HC Practitioner alami. Ada karyawan dengan performa sangat baik, cekatan, memiliki inisiatif tinggi, dan selalu tepat waktu. KPI nya pun jelas tidak ada masalah, relasi dengan rekan kerja juga baik. Secara normal, semua HC Practitioner pasti mempertimbangkan untuk memberikan kesempatan dengan menempatkan karyawan ini pada posisi manajerial dimana ia akan memimpin sebuah tim. Ini adalah hal ideal yang dapat terjadi di perusahaan anda. Namun bagaimana kalau ternyata karyawan yang anda berikan tanggung jawab lebih tersebut ternyata tidak memiliki leadership skill yang bagus (akses juga FREE Leadership Self Discovery Tools untuk menemukan potensi leadership Anda), ia hanya mampu bekerja dengan instruksi, dan akhirnya karyawan tersebut merasa terbebani oleh jabatan yang diberikan tersebut. Pada akhirnya yang akan merugi adalah karyawan dan perusahaan itu sendiri.

Kejadian tersebut adalah salah satu kasus dimana penting bagi Anda sebagai HC Practitioner untuk bisa mengetahui dimana potensi dan apa yang perlu dikembangkan dari karyawan. Jangan sampai karyawan Anda tidak betah dan akhirnya resign karena lingkup kerjanya yang kurang sesuai.  Dan, daripada menunggu sampai terdesak, lebih baik lakukan Asesmen secara teratur dan tepat sasaran.

Banyak Masalah SDM dan Bingung Mana yang Harus Diprioritaskan?

Gunakan tool gratis yang kami sediakan ini dengan Klik Tombol di bawah ini, GRATIS

“Bagaimana caranya?” 

Tiap posisi atau jabatan pasti memiliki kriteria dan atribut yang harus dimiliki oleh pemegang jabatan tersebut. Kompeten saja belum cukup, diperlukan keterampilan dan profil psikologi yang sesuai. Dalam hal ini, asesmen dapat digunakan sebagai pertimbangan Anda dalam melihat karyawan mana yang perlu dipertahankan, tentunya mereka dengan potensi, karakter dan kompetensi sesuai.

Mulai Dengan Psikotes!

Psikotes merupakan metode yang umum digunakan untuk mengidentifikasi aspek-aspek psikologis, potensi, serta keterampilan dari karyawan, seperti:

  1. Accurate Profile Test: Tes ini digunakan untuk mengetahui tingkat akurasi dan ketelitian kerja yang dimiliki oleh seorang karyawan. Tentunya tes ini wajib Anda gunakan untuk posisi yang menuntut karyawan untuk selalu fokus setiap saat. Karena kesalahan input data pastinya akan berdampak pada kerugian waktu dan materi yang akan dialami perusahaan, maka segera lakukan asesmen ini di departemen yang banyak berhubungan dengan angka dan huruf. Silakan Anda akses Tools Accurate Profile Test.

 

  1. Leadership Style Inventory: Digunakan untuk mengukur kemampuan kepemimpinan seorang karyawan. Kemampuan memimpin sangat penting untuk dimiliki oleh pemegang jabatan seperti manajer, supervisor, dan juga direksi. Asesmen ini perlu digunakan karena menyangkut gagal atau suksesnya departemen yang dipimpinnya. Dengan tes ini, anda dapat mengetahui gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh karyawan anda lengkap dengan kelebihan dan kelemahannya. Jangan sampai leader di perusahaan Anda tidak tahu akan potensinya! Segera akses toolsnya DISINI.

 

  1. Cognitive Capacity Inventory: Ini adalah alat tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif karyawan Anda. Dengan mengetahui kemampuan kognitif seseorang, perusahaan akan dengan mudah melakukan screening terhadap SDM yang dan menempatkan mereka pada posisi pekerjaan yang tepat. Tes ini juga dapat digunakan untuk mengetahui potensi karyawan Anda. Segera DAPATKAN AKSESNYA dan mulai psikotes Anda.

Setelah melakukan psikotes, Anda juga bisa bertanya mengenai pandangan mereka apabila dihadapkan pada suatu situasi yang terjadi di jabatan tertentu menggunakan case study.

Case Study untuk mengetahui cara problem solving

Case Study adalah sebuah skenario yang disesuaikan dengan situasi yang diprediksi akan dihadapi saat bekerja sehari-hari dimana Anda menugaskan karyawan anda untuk membaca keseluruhan cerita, mencari informasi, menarik kesimpulan, dan mengusulkan solusi atas situasi yang dihadapi. Yang menarik dari case study ini adalah prosesnya yang dapat dilakukan secara berkelompok. Sehingga nantinya Anda bisa meminta mereka untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka terhadap kasus yang diberikan.

Masih banyak perusahaan yang tidak menerapkan case study dalam proses asesmennya. Hal ini dikarenakan mereka kurang paham mengenai cara pembuatan dan penyusunan case study yang relevan dengan kondisi perusahaan mereka. Padahal, case study dinilai sangat efektif dalam menilai sudut pandang, kemampuan analitik, dan pemecahan masalah karyawan. Maka. untuk membantu dan mempermudah asesmen Anda, kami telah Menyusun 12 contoh case study studi kasus untuk Anda yang bisa anda dapatkan melalui Premium Assesment Bundles

Setelah itu, mari kita lanjut ke metode asesmen berikutnya

Role play sebagai simulasi eksekusi

Metode asesmen ini perlu melibatkan banyak koordinasi dan partisipasi dari berbagai pihak, namun hasil dari proses asesmen ini sangat relevan sebagai bahan pertimbangan HC Practitioner karena dapat memperlihatkan kemampuan karyawan secara langsung saat dihadapi suatu kondisi. Role play juga dapat mengukur kemampuan komunikasi, bagaimana cara merencanakan sesuatu, dan cara mengeksekusinya. Untuk menghemat waktu Anda, kami sudah merancang contoh Role Play untuk 5 Aspek Penilaian yang berbeda. Segera AKSES DISINI

Berbicara tentang penilai, terdapat satu lagi proses asesmen yang cukup unik dimana karyawan Anda akan dinilai dari segala penjuru.

Asesmen 360, dari segala sisi

Apabila Anda ingin mendapatkan informasi tentang cara karyawan anda berinteraksi satu sama lain, cara kerjasamanya dan cara ia engage dengan rekan-rekan kerjanya, maka gunakanlah asesmen 360. Pada prinsipnya, Asesmen 360 adalah proses asesmen dimana seluruh karyawan memberikan penilaian terhadap karyawan lainya. Dengan begitu, akan didapatkan data yang sangat kaya. Namun semua karyawan harus diberikan edukasi terdahulu mengenai cara pengisian dan kejujuran mengenai informasi yang diberikan sehingga data yang didapatkan akurat. Silakan intip tools  Asesmen 360 yang sudah kami rancang di Premium Assessment Bundle.

Dengan menggunakan proses asesmen yang sudah disebutkan, HRD akan lebih mudah mempertimbangkan karyawan mana yang pantas untuk dipertahankan di perusahaan. Hasil asesmen ini juga dapat digunakan untuk memutuskan siapa di antara karyawan Anda yang membutuhkan pelatihan dan pembelajaran lebih lanjut.

Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai beragam alat yang dapat digunakan untuk asesmen, anda bisa mendapatkannya melalui Premium Assessment Bundle.

Anda juga bisa berdiskusi bersama kami melalui https://sinergiaconsultant.com/kontakkami

Lets Connect!


Tags

Business Owner, Human Capital Practitioner


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>