June 28

Bertahan atau Punah: Pentingnya memahami ketentuan hukum yang berlaku bagi perkembangan perusahaan

0  comments

By Wisnu Ardhi

Perkembangan bisnis beberapa tahun belakangan ini mengalami pertumbuhan dan pergerakan yang begitu cepat. Ternyata perkembangan bisnis tersebut melambat pada awal tahun 2020. Apa yang menyebabkan hal itu terjadi? Tentu yang menyebabkan lambatnya perkembangan ini adalah munculnya pandemi Covid19. Pandemi ini berdampak pada hampir semua sektor salah satunya sektor bisnis. Banyak bisnis mengalami dampak buruk yang signifikan seperti di bidang pariwisata, travel, penerbangan, transportasi, dll. Tetapi dalam hal ini, tidak semua bisnis mendapatkan dampak buruk, ada beberapa bisnis yang masih mampu bertahan bahkan berkembang, seperti: komunikasi, fintech, dan kesehatan.

Untuk mengurangi dampak buruk tersebut, hampir seluruh negara di dunia mengeluarkan ketentuan hukum untuk menanggulangi penyebaran Covid19, termasuk di Indonesia. Sehingga siapapun yang akan berkunjung ke suatu negara harus memenuhi ketentuan yang telah dibuat oleh negara tersebut, termasuk seluruh sektor bisnis. Mari kita simak apa saja aturan hukum yang dikeluarkan pemerintah Indonesia selama pandemi covid19 :

  1. Keputusan Presiden (Keppres) No. 11 Tahun 2020 tentang Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Covid-19. Kelima,
  2. Keppres No. 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Bencana Non Alam Penyebaran Covid 19 Sebagai Bencana Nasional. Keenam,
  3. Keppres No. 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sebagaimana telah diubah dengan Keppres No. 9 Tahun 2020.
  4. Penetapan COVID-19 yang merupakan jenis penyakit yang menimbulkan  Kedaruratan Kesehatan Masyarakat.
  5. Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 9 Tahun 2020 Tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19)
  6. Peraturan Presiden (Perpres ) Nomor 52 tahun 2020
  7. Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020

Itu merupakan beberapa produk hukum yang telah dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk mengatasi dampak penyebaran covid 19. Aturan – aturan itu juga perlu diketahui oleh Business Owner & Human Capital Practitioner yang memiliki perusahaan di Indonesia.

“Mengapa Business Owner & Human Capital Practitioner  perlu mengetahui aturan – aturan tersebut?”

Ilustrasi sederhananya seperti ini :

Bayangkan Anda sedang berlayar dengan kru untuk menuju ke suatu tempat. Pada suatu hari pelayaran, Anda akan melewati sebuah negara dimana Anda dan kru berniat untuk berlabuh sejenak sembari mengisi bahan makan yang akan habis. Tentunya, sebelum Anda memutuskan untuk berlabuh di Negara tersebut, Anda sudah mempelajari tentang budaya, aturan hukum, dan keadaan negara tersebut. Agar saat Anda dan Kru akan berlabuh, Anda sudah memahami segala hal yang terkait dengan negara itu sehingga tidak terjadi pelanggaran – pelanggaran yang menghambat pelayaran Anda, sehingga Anda dan Kru dapat berlayar kembali dengan lancar dan mencapai tujuan. Itulah alasan mengapa Business Owner & Human Capital Practitioner perlu mengetahui aturan yang ada di sekitar perusahaan dan tempat – tempat lain yang menjadi tujuan perkembangan perusahaan.

Berbicara mengenai ketentuan hukum, ternyata masih ada beberapa ketentuan hukum yang perlu diketahui oleh Business Owner & Human Capital Practitioner. Dalam hal ini, mari kita simak 2 jenis ketentuan hukum yang dapat dipelajari oleh Business Owner & Human Capital Practitioner :

Ketentuan atau Aturan Hukum yang bersifat umum

Ketentuan hukum memiliki daya ikat secara umum bagi pelaku bisnis, tidak melihat dari sektor mana bisnis itu bergerak. Ketentuan hukum ini biasanya akan menjadi salah satu “kitab suci” bagi Business Owner & Human Capital Practitioner dalam menjalankan bisnisnya, Contoh ketentuan atau aturan yang bersifat umum :

  1. Undang – Undang 13 tahun 2003
  2. Undang – Undang Cipta Kerja
  3. Undang – Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial

Itu adalah beberapa contoh ketentuan atau aturan yang bersifat umum yang perlu diketahui Business Owner & Human Capital Practitioner dalam menjalankan operasional perusahaan. Aturan – aturan itu perlu pelajari & dipahami agar kegiatan operasional perusahaan tidak bertentangan dengan produk hukum yang berlaku.

Ketentuan atau Aturan Hukum yang bersifat khusus

Ketentuan hukum bersifat khusus ini juga tidak kalah penting. Ketentuan Khusus merupakan aturan – aturan yang dibuat khusus untuk mengatur operasional pada suatu sektor perusahaan. Contohnya untuk perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, maka akan ada beberapa aturan – aturan khusus yang perlu diketahui seperti:

  1. Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
  2. Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2014 Tentang Tenaga Kesehatan
  3. Permenkes Nomor 9 Tahun 2017 Tentang Apotek

Atau untuk Anda yang sedang mengelola perusahaan yang bergerak dibidang migas, ada aturan khusus yang perlu Anda ketahui seperti:

  1. Undang – Undang Nomor 22 tahun 2001 Tentang Minyak & Gas Bumi
  2. Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Aturan – aturan yang perlu Business Owner & Human Capital Practitioner pahami akan berbeda – beda sesuai dengan bidang bisnis yang sedang perusahaan Anda geluti. Untuk mempermudah Business Owner dalam memahami aturan – aturan terkait,  Anda  dapat menyimak di halaman membership dengan bergabung di  HCA Online Mentoring program

Uraian di atas merupakan sekilas mengenai jenis – jenis ketentuan atau aturan yang perlu dipahami oleh Business Owner & Human Capital Practitioner sebagai pelaku bisnis. Lalu apa manfaatnya apabila perusahaan mengikuti aturan yang berlaku bagi bisnisnya? Kembali ke hakikat ketentuan atau aturan itu sendiri, yaitu untuk menciptakan kesejahteraan bersama. Aturan diciptakan untuk mengatur serta membatasi berbagai macam aktivitas agar terbentuk suatu tatanan hidup yang aman, tertib, dan berkeadilan. Apabila ditarik dalam dunia bisnis, maka aturan itu mengatur hubungan antara pengusaha dan pekerja dalam hubungan yang lebih profesional. Dalam hal ini, tentunya perusahaan akan mendapatkan manfaat saat mematuhi aturan hukum yang berlaku.

Manfaat apa saja yang didapatkan perusahaan saat menjalankan ketentuan atau aturan yang berlaku?

Mari kita simak ulasan berikut:

  1. Sarana Perlindungan Hukum

Dalam mendirikan sebuah perusahaan, tentunya ada beberapa syarat yang perlu dilengkapi oleh pemilik usaha. Syarat – syarat itu digunakan untuk mengetahui jenis bisnis yang akan didirikan hingga dampak yang akan ditimbulkan dari perusahaan tersebut. Setelah semua hal dilengkapi, maka perusahaan tersebut akan mendapatkan izin usaha. Perusahaan yang sudah memiliki izin usaha akan dilindungi oleh undang-undang, karena semua sudah diatur sesuai dengan peraturan perundang – undangan yang ada di Indonesia.

  1. Syarat Kegiatan dalam Perkembangan Usaha

Dalam mengelola sebuah bisnis, tentunya Business Owner  menginginkan perusahaannya untuk terus berkembang dan bertahan lama. Dengan memahami produk – produk hukum di tempat perusahaan Anda beroperasi, maka hal tersebut akan memudahkan perusahaan Anda untuk dapat berkembang lebih besar lagi. Karena, apabila perusahaan Anda sudah terbukti tidak pernah melanggar ketentuan atau aturan yang berlaku, maka Anda bisa mendapatkan suntikan dana dari Investor atau pinjaman perbankan dengan lebih mudah. Selain itu kepentingan legalitas juga merupakan salah satu persyaratan untuk mengajukan pinjaman ke bank.

Setelah mendapatkan dana tersebut, pastinya Anda dapat mengembangkan bisnis lebih besar lagi. Berbicara mengenai pengembangan bisnis, kami menyediakan program mentoring online untuk membantu para Business Owner dalam mengembangkan dan memaksimalkan potensi perusahaanya. Anda dapat mendapatkannya melalui HCA Online Mentoring program.

  1. Sarana Pengembangan Usaha ke Level Internasional

Siapa yang ingin perusahaannya dapat merambah ke level Internasional? Tentunya hampir seluruh Business Owner memiliki impian tersebut. Apabila perusahaan Anda masih berada pada usaha lokal dan ingin melebarkan sayap pemasarannya ke tingkat internasional, hal yang pertama kali perlu diperhatikan adalah mematuhi aturan lokal dimana perusahaan Anda berdiri. Apabila Business Owner & Human Capital Practitioner sudah memahami & menjalankan aturan tersebut, maka akan memudahkan perusahaan Anda untuk merambah ke tingkat yang lebih tinggi. Karena saat Anda dan tim merambah ke level yang lebih tinggi lagi, tentunya akan ada aturan – aturan baru yang harus dipelajari, dipahami, dan dilaksanakan. Contohnya: memahami aturan – aturan untuk melakukan proses ekspor Impor. Tentunya, peningkatan level usaha menuju level Internasional perlu diikuti dengan kualitas karyawan yang baik. Untuk bisa menciptakan karyawan-karyawan terbaik, kami menyediakan berbagai alat yang dapat Anda gunakan untuk melakukan asesmen sehingga Anda bisa dengan mudah menciptakan program pelatihan yang sesuai. Silahkan anda cek https://www.sinergiaconsultant.com/assessmentbundle

  1. Sarana Promosi dan Meningkatkan Kredibilitas Usaha

Saat menjalankan sebuah perusahaan, tentunya seorang Business Owner tidak dapat menjalankannya perusahaannya secara mandiri. Saat sedang menjalankan perusahaan, terdapat fase meminta bantuan dan kerjasama dengan pengelola bisnis lain. Untuk melakukan hal itu, salah satu yang perlu dibangun dalam bisnis adalah kredibilitas perusahaan.

Apakah Anda mau bekerja sama atau membantu perusahaan yang sering sekali memiliki konflik kepentingan dengan karyawannya karena melanggar aturan ketenagakerjaan? Anda sebagai rekan bisnisnya pasti akan memperhitungkan saat melakukan kerjasama dengan bisnis tersebut. Bisa jadi bukan profit yang didapatkan melainkan hanya rugi belaka. Membangun kredibilitas usaha itu sangat penting untuk meningkatkan bisnis Anda. Bahkan, beberapa perusahaan mengikuti program sertifikasi ISO untuk meningkatkan bisnisnya, dengan harapan kredibilitas bisnis meningkat dan juga sebagai salah satu sarana promosi ke customer bahwa bidang usahanya telah terdaftar sertifikasi ISO.

Menarik ya, membahas tentang manfaat mentaati hukum yang berlaku. Dalam hal ini ada sudut pandang lain yang terkadang ingin diketahui oleh Business Owner & Human Capital Practitioner, yaitu dampak yang terjadi apabila perusahaan tidak mematuhi ketentuan hukum yang berlaku.

Ada beberapa hal yang akan terjadi apabila perusahaan Anda tidak mengikuti aturan. Seperti munculnya ketidaknyamanan antara Business Owner atau Human Capital Practitioner dengan karyawan. Kemudian, tidak menutup kemungkinan perusahaan Anda akan dikunjungi oleh pengawas ketenagakerjaan setempat yang akhirnya berujung pada sanksi, pembekuan, bahkan penutupan perusahaan. Tentunya Anda sebagai Business Owner atau Human Capital Practitioner tidak ingin kejadian tersebut menimpa perusahaan. Karena tentunya Anda menginginkan perusahaan yang Anda kelola dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan.

Apabila Anda masih bingung mengenai bagaimana cara menyikapi dan menerapkan ketentuan hukum yang berlaku ke dalam perusahaan, silahkan berkonsultasi lebih  dalam melalui program konsultan kami dimana Anda akan menemukan solusi tentang pemahaman & penerapan produk hukum untuk perusahaan. Silahkan hubungi kami di https://sinergiaconsultant.com/kontakkami.

Lets Connect!


Tags

Business Owner, HC, Human Capital Practitioner, Wisnu Ardhi


You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>